Terpidana Mati Toge Divonis Mati, 4 Kawannya Dihukum 80 Tahun

Terpidana mati Toge bersama 4 temannya saat diadili di PN Medan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Terpidana mati Togiman alias Toge dalam kasus narkotika, kembali divonis mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan, karena terbukti mengendalikan bisnis narkoba seberat 25 kilogram dari dalam penjara, Rabu (20/12/2017).

Putusan vonis mati itu dibacakan Majelis Hakim PN Medan diketuai Saidin Bagariang dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo yang sebelumnya menuntut Toge hukuman mati. Majelis hakim menyatakan Toge melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki dan menguasai narkotika golongan I bukan tanaman dengan jumlah lebih dari 5 gram,” papar Hakim Bagariang.

Dalam nota putusannya, Majelis Hakim sependapat dengan JPU yang sebelumnya menuntut Toge dengan hukuman mati. Bahkan majelis hakim, menyatakan tidak ada hal yang meringankan hukuman Togiman. “Hal yang meringankan nihil,” ucapnya.

Baca Juga:  Takbir Pelayat 'Allahu Akbar' Antar Jenazah Alm Freddy Dari Mesjid Menuju TPU Kalianak

Dalam kasus ini, Togiman tidak sendirian, ada empat terdakwa lainnya yang juga divonis. Ke-empat terpidana kasus narkotika Thomson Hutabarat. Tiga lainnya kurir yang berada di luar penjara, yakni Abdul alias Edo, Wagimun dan Sugiarto, masing-masing divonis 20 tahun penjara.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan JPU yang meminta mereka dihukum penjara seumur hidup. Menyikapi vonis kelima terdakwa, JPU menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan kelima terdakwa melalui kuasa hukumnya.

Sekedar diketahui, perkara ini berawal saat Abdul, Wagimun dan Sugiarto diamankan petugas Badan Narkotika Nasiona (BNN) di Jalan Gatot Subroto, Medan, tidak jauh dari pool Bus Kurnia, pada Minggu (14/5/2017) lalu.

Untuk mengelabui petugas BNN, para terdakwa menyimpan sabu-sabu asal Malaysia itu di dalam kotak fiber pendingin ikan warna biru. Benda itu dibawa menggunakan mobil pikup Mitsubishi dengan nomor polisi BK 9615 CM. Sekitar 3 meter bergerak dari pool bus Kurnia, mobil pikup itu dihentikan petugas BNN, kemudian melakukan pemerikaan dan menemukan 25 bungkus plastik serbuk kristal putih. Setelah dilakukan pengecekan di laboratorium BNN, serbuk kristal putih dipastikan sabu-sabu.

Baca Juga:  Regu Tembak Jilid 3, Siap Eksekusi Terpidana Mati

Narkotika itu ternyata dipesan Togiman dari dalam Lapas Tanjung Gusta. Barang haram itu dia pesan dari Ayum, seorang bandar narkoba asal Malaysia. Sabu-sabu itu diselundupkan melalui jalur laut dan masuk ke pelabuhan tikus di Aceh. Dari Aceh, ketiga kurir membawanya ke Medan untuk diedarkan.

Sedangkan Thomson Hutabarat yang juga narapidana narkotika di Lapas Tanjung Gusta Medan, berperan mencari pembeli sabu tersebut. Dengan kode ’68’, Togiman dan Thomson menggunakan handphone berkomunikasi dengan kurirnya. Ketika kaki tangannya ditangkap, Togiman terus mencoba menelepon, tapi tidak diangkat, sehingga curiga, lalu Togiman menghancurkan handphone dan sim card yang dipakai, dan kemudian membuangnya ke dalam tong sampah di Lapas Tanjung Gusta Medan. Namun, petugas BNN sudah memiliki bukti bahwa dirinya mengatur pengiriman 25 Kg sabu-sabu itu, sehingga dijemput dari Lapas Tanjung Gusta Medan dan diterbangkan ke Jakarta untuk proses penyidikan. (kn-m07)

Related posts