February 25, 2018

Terdakwa Perencana Penembak Divonis Bebas, Pemilik Senpi dan Joki Dihukum Penjara

Terdakwa saat mendengar vonis bebas oleh Majelis Hakim PN Medan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Setelah Siwaji Raja alias Raja bebas dari jeratan hukum karena menang dalam Praperadilan. Kini giliran, Dharma yang didakwa perencana penembak pengusaha airsoft gun Indra Gunawan alias Kuna, divonis bebas oleh Majelis Hakim PN Medan, Selasa (19/12/2017).

Sedangkan joki penembak, terdakwa Jo Hendral divonis 5 tahun penjara, dan Chandra alias Ayen serta Jon Markum Lubis dihukum 3,5 tahun dan 2 tahun penjara. Putusan ini dibacakan Majelis Hakim diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, dihadapan Jaksa dan terdakwa yang menyebutkan tidak ada bukti bahwa Dharma menerima uang dari Siwaji Raja yang kemudian diserahkan kepada Rawindra selaku skenario pembunuhan dan Putra selaku eksekutor (kedua-red) tewas ditembak petugas Kepolisian saat dilakukan penangkapan.

Baca Juga:  Peluru Ditubuh Kuna Buatan Pabrik, Pelakunya Diburon

Majelis Hakim menyatakan, uang senilai Rp 80 juta yang diserahkan Siwaji Raja kepada Dharma merupakan uang pembayaran kredit mobil yang tertunggak dua bulan dan uang pembayaran material bangunan, hal ini dibuktikan dengan adanya kwitansi pembayaran. Dalam putusan itu, Majelis Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Medan, segera membebaskan Dharma setelah putusan selesai dibacakan.

Masih dalam kasus penembakan Indra Gunawan alias Kuna selaku korban, terdakwa lainnya, yakni Jo Hendral selaku pengendara motor atau Joki yang membonceng pelaku eksekutor, dihukum 5 tahun penjara karena keterlibatan yang membawa eksekutor untuk melakukan penembakan terhadap Indra Gunawan alias Kuna, ketika itu berada di depan toko miliknya.

Baca Juga:  Pria Turunan India Ini Tewas Ditembak OTK di Kota Medan, Korban Kader Golkar dan PP

Sedangkan dua pelaku lainnya, masing-masing Chandra alias Ayen dan John Markum Lubis, berperan sebagai yang menyimpan senjata sebelum dan setelah pelaksanaan eksekutor selesai dihukum 3,5 dan 2 tahun penjara, karena kepemilikan senjata api.

Sebelumnya diketahui, Dharma dan Jo Hendral dituntut masing-masing selama 20 tahun penjara, sedangkan Chandra alias Ayen dan John Markum Lubis, selaku penyimpan senjata dituntut 7 dan 3 tahun penjara. (kn-m07)

Related posts