September 25, 2018

Pj Gubernur Jabar : Tak Ada Penggeledahan Rumah Dinas

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Komjen Polisi M Iriawan, sewaktu diwawancarai sejumlah wartawan. (ist)

KarakterNews.com – BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Komjen Polisi M Iriawan menyayangkan pernyataan Ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyebutnya melakukan penggeledahan terhadap rumah dinas mantan Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar.

Kata Iriawan, dengan pernyataan itu, SBY terpojok karena kebenarannya bukan penggeledahan melainkan hanya peninjauan singkat yang diusulkan pihak bagian rumah tangga Pemprov Jabar.

“Yang kasihan Pak SBY, karena publik jadi tahu, sekarang di sosmed Pak SBY jadi terpojok. Kasihan,” ucap Iriawan, di Gedung Sate Kota Bandung Jawa Barat, Senin (25/6/2018).

Pria yang akrab disapa Iwan Bule menegaskan, tidak ada penggeledahan terhadap rumah dinas. Hal itu dinilai wajar, karena bangunan yang terletak di Rancabentang, Kota Bandung itu bukan lagi menjadi hak Deddy Mizwar.

Baca Juga:  Komjen Iriawan Resmi Jadi Pj Gubernur Jabar

“Itu tidak ada, ada surat berita acaranya. Itu rumah jabatan wakil gubernur, bukan rumah bapak Deddy Mizwar. Itu aset Pemprov, saya diajak Kabag Rumah Tangga melihat aset,” ujar Komjen Iriawan.

Sebelumnya, Ketua umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan adanya tindakan berat sebelah pihak Pemerintah kepada pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi menjelang pencoblosan pada 27 Juni 2018.

Pihaknya mengungkapkan, tindakan berat sebelah itu dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M Iriawan.

“Di Jawa Barat yang baru saja dengar, apa harus rumah dinas mantan Wakil Gubernur digeledah, diperiksa Penjabat (Pj) Gubernur. Kalau tidak salah sekarang merembet ke rumahnya calon wakil gubernur,” kata SBY di Bogor Jawa Barat, pada Sabtu 23 Juni 2018.

Baca Juga:  Komjen Iriawan Resmi Jadi Pj Gubernur Jabar

Menurutnya, hal tersebut sangat disayangkan terjadi. Bahkan, SBY mempertanyakan keadilan kenapa hanya pasangan Deddy-Dedi yang menjadi target penggeledahan. “Mengapa hanya pasangan ini? Mengapa pasangan yang lain tak dilakukan, padahal dari sebagian mereka anggota legislatif sebelumnya,” ujarnya. (sumber viva.co.id/kn-m09)

Related posts