Novel Baswedan Disiram Air Keras, Kata Wakil Ketua KPK : Ada 4 Dugaan Motifnya

Kondisi Penyidik KPK, Novel Baswedan, pasca penyiraman air keras.

KarakterNews.com – YOGYAKARTA – Tindakan penyerangan bentuk penyiraman air keras terhadap seorang Penyidik KPK, Novel Baswedan, isunya mulai santer dikaitkan dengan penanganan kasus megakorupsi KTP Elektronik (KTP-el). Namun, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menduga, ada empat motif dilakukan pelakunya.

“Motif pertama, soal uang. Bisa jadi orang di luar sedang antre buat nimpukin saya. Lu mau enggak nimpukin Pak Saut, saya bayar,” tutur Saut Situmorang, ditemui usai sosialisasi tindakan antikorupsi di Convention Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Rabu (12/4/2017).

Kemudian, motif yang mungkin dilakukan pelaku yakni persoalan ideologi. Motif lain yang bisa terjadi yakni kompromi. “Orang itu tidak membenci, tapi jika disuruh akan melukai orang lain. Terakhir, motif ego. ‘Ini orang jagoan banget, gua gak suka dengan orang ini. Ke-empat motif ini bisa saja terjadi,” ungkap Saut.

Baca Juga:  Hari Terakhir, 31 Orang Dipanggil/Diperiksa, Termasuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

Dibagian lain, disebutkan Saut Situmorang, teror juga dirasakan para Pimpinan KPK. Tetapi, teror berlangsung dengan halus dan tidak frontal. “Tidak langsung mengancam. Menyampaikan ini begini, begini, semua orang di KPK merasakan. Kita tidak boleh mengatakan (penyiraman air keras terhadap Novel) berkaitan (penanganan kasus KTP-el) atau tidak, tapi motif kejahatan orang kemungkinan ada empat itu tadi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, penyidik Polri telah menelaah perkembangan yang signifikan dalam penanganan teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. “Penyidik sudah mengantongi ciri-ciri yang mengarah kepada pelaku,” sebutnya.

“Kita tidak sampaikan dulu informasi yang sensitif, agar pelakunya tidak kabur,” kata Jenderal Tito Karnavian, seusai meresmikan pengoperasian ruang kendali kamera pengintai di Markas Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/4/2017).

Baca Juga:  Ruangan Mapolresta Medan Saksi, Penyidik KPK Periksa 17 Orang Bersama Wakil Walikota

Kata Kapolri, sejauh ini proses penyidikan kasus Novel terus berjalan guna mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap korban Novel Baswedan.”Kita tunggu saja hasil kerja tim,” ujar Tito Karnavian. (mtvn.c/kn-m10)

Related posts