September 26, 2018

Ketua MUI : Jangan Hakimi Sukmawati di Luar Batas Agama

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin berjabat tangan dengan Sukmawati Soekarnoputri. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Pasca viralnya persoalan Puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan Putri mantan Presiden Indonesia Soekarno, bernama Sukmawati Soekarnoputri, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat angkat bicara.

Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Syafei mengimbau masyarakat Jawa Barat, jangan bereaksi berlebihan meski Puisi karya Sukmawati itu dianggap melukai nilai-nilai ke-Islaman. “Ada prinsip norma Islam. Apabila dia sudah minta maaf, mau memperbaiki dan karena ketidaktahuan, itu maafkan saja. Dosanya antara dia dengan Allah, jangan sampai kita ikut-ikut menghakimi di luar batasan-batasan agama,” imbaunya, di Bandung Jawa Barat, Jumat (6/4/2018).

Rachmat Syafei menilai wajar terhadap pihak-pihak yang menuntut Sukmawati. Namun, pihaknya berharap tindakan yang dilakukan tidak berlebihan. “Jangan sampai melebihi, jika melebihi berarti menzalimi,” tuturnya.

“Ada skala prioritas, hal besar harus diutamakan, kedamaian dulu. Saling menghormati. Tidak beriman, jika tidak saling menyayangi dan Nabi pun mengatakan harus sebarkan kedamaian di antara kamu,” ucap Ketua MUI Jawa Barat.

Diketahui sebelumnya, Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul “Ibu Indonesia” yang dibaca di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, menuai kontroversi. Pasalnya, dari bait puisi yang dibacakan putri Proklamator RI itu menyinggung-nyinggung syariat Islam, seperti azan dan cadar. Akhirnya, Sukmawati Soekarnoputri sudah meminta maaf kepada umat Islam. (vv.c/kn-m09)

Related posts