Ketua DPR Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Ade Irma Suryani

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

KarakterNews.com – JAKARTA – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendukung pemberian gelar pahlawan untuk Ade Irma Suryani Nasution, puteri yang menjadi perisai hidup Jenderal AH Nasution, saat serangan G30 S PKI.

“Memori tentang bangsa harus kita rawat dan pelihara bersama. Jangan sampai hilang tertelan waktu. Saya sangat mendukung pemberian gelar pahlawan kepada Ade Irma Suryani. Saya akan bicarakan hal ini dengan Menteri Sosial Idrus Marham,” kata Bambang Soesatyo, saat menerima Yanti Nasution putri sulung Jenderal Nasution, Senin (2/7/2018) di Gedung MPR/DPR RI.

Bambang Soesatyo berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agar rencana penamaan ruas jalan Jenderal AH Nasution yang sempat bergulir beberapa waktu lalu, juga bisa kembali dilanjutkan.

Baca Juga:  Anggota Komisi III Kena OTT KPK, Ketua DPR Prihatin

“Jika memang ada polemik dari warga setempat yang tak ingin nama jalan di wilayahnya diganti, saya mengusulkan Pemprov DKI Jakarta, mencari alternatif ruas jalan lain yang bisa diganti menggunakan nama Jenderal AH Nasution,” kata Bamsoet, panggilan akrab Ketua DPR RI.

Sementara itu, Yanti Nasution yang mendengar dukungan Ketua DPR sangat berterimakasih, jangan sampai peran para pendahulu lenyap dari ingatan anak bangsa. Karena itu, saya dan para sahabat di Yayasan Dana Bantuan Pengelola Museum AH Nasution Jakarta, selalu merawat peninggalan bersejarah tersebut.

Bamsoet sepakat dengan putri sulung AH Nasution tersebut, jika museum harus dijadikan sarana ilmu pengetahuan, dan sekaligus pembelajaran bagi generasi muda. “Bukan hanya untuk mengetahui sejarah masa lalu, tapi juga bisa dijadikan pelajaran untuk masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dipanggil Jadi Saksi, Ketua DPR Apresiasi KPK

Karena itu, DPR mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kembali kegiatan sekolah mengunjungi museum tersebut. “Kita punya banyak sekali museum, baik di Jakarta maupun di daerah lainnya. Jika kita melihat kondisi di luar negeri, kunjungan ke museum selalu ramai, tidak pernah sepi. Bukan hanya dari anak-anak sekolah, melainkan juga oleh turis dari berbagai mancanegara. Saya ingin museum di luar negeri,” kata Bambang Soesatyo. (kn-m09)

Related posts