JPU Tuntut Hukuman Mati Otak Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Mabar

Terdakwa Andi Lala alias Andi Matalata dituntut hukuman mati, terkait dua kasus pembunuhan berencana terhadap selingkuhan istrinya di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang dan pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Kecamatan Medan Deli. (ist).

KarakterNews.com – MEDAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga menuntut terdakwa Andi Lala alias Andi Matalata (usia 34 tahun) selaku otak pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, dengan tuntutan hukuman mati.

Terdakwa Andi Lala dituntut atas dua kasus pembunuhan berencana terhadap selingkuhan istrinya di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang dan juga pembunuhan satu keluarga di Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Tuntutan hukuman mati terhadap Andi Lala ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum dihadapan Majelis Hakim diketuai Dominggus Silaban di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (29/12/2017), terdakwa dinilai telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 340 KUHP.

“Menyatakan terdakwa Andi Lala melakukan pembunuhan yang dilakukan secara berencana. Meminta agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana mati,” pinta Jaksa Kadlan Sinaga di Ruang Cakra II PN Medan.

Selain Andi Lala, Jaksa Kadlan Sinaga juga membacakan tuntutan untuk dua terdakwa lainnya yang terlibat kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, masing-masing Andi Syahputra dituntut 20 tahun penjara dan Roni Anggara dituntut penjara seumur hidup. “Tidak ada hal yang meringankan terdakwa,” ujarnya.

Baca Juga:  Identitas Pelaku Pembunuh Sadis di Mabar Sudah Diketahui

Setelah mendengar nota tuntutan JPU, Majelis Hakim PN Medan menunda persidangan hingga 10 Januari 2018 untuk agenda pembelaan para terdakwa.

Ditemui seusai persidangan, JPU Kadlan Sinaga menjelaskan, tuntutan terhadap ketiga terdakwa sesuai dengan peran masing-masing terdakwa. “Andi Lala, dia kan otak pelakunya, dan dua terdakwa lagi mengikuti terdakwa Andi Lala,” ungkapnya.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya, terdakwa Andi Lala disebut telah melakukan pembunuhan terhadap Suherwan alias Iwan Kakek, selingkuhan istrinya. Dalam aksinya, Andi Lala dibantu istrinya, Reni Safitri (berkas terpisah) dan temannya, Irfan alias Efan (berkas terpisah).

Peristiwa pembunuhan sadis itu berlatar dendam dan sakit hati, terjadi di rumah Andi Lala di Jl Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada 12 Juli 2015 sekitar pukul 20.30 WIB. Terdakwa menghabisi korbannya (Suherwan) dengan alu yang sudah disiapkan. Kemudian, jenazah Iwan beserta sepeda motornya dibuang ke Jl Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam sehingga seolah-olah merupakan korban kecelakaan.

Baca Juga:  Pembunuhan Sadis di Mabar, Andi Lala Berhasil Dilumpuhkan

Kasus pembunuhan kedua, terdakwa Andi Lala di dakwa membunuh lima orang yang merupakan satu keluarga di Jl Mangaan, Mabar, Medan, pada Minggu (9/4/2017) dinihari. Tragedi pembunuhan itu, Andi Lala menghabisi nyawa korban dengan menggunakan besi sepanjang 60 cm dan berat 11 kg.

Kelima orang tewas dan seorang balita 4 tahun terluka parah. Kelimanya, yakni pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (38), anak mereka, Naya (14) dan Gilang (8) serta mertua Riyanto, Marni (60). Sementara, putri bungsu Riyanto, K (4) lolos dari maut dan ditemukan dalam keadaan kritis.

Andi Lala didakwa dendam karena Rianto tidak kunjung memberikan sabu meskipun dia sudah memberikan uang Rp 5 juta. “Motifnya, karena telah menyerahkan uang Rp 5 juta itu, tapi tidak mendapatkan sabu,” ujar Kadlan.

Baca Juga:  Buru Pelaku Pembunuh Sadis di Mabar, Polisi Periksa 8 Orang

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, terdakwa Andi Lala bersama keponakannya, Roni Anggara dan temannya Andi Syahputra mendatangi rumah kediaman Rianto pada Sabtu 8 April 2017, kemudian mengajak korban (Rianto) bergantian mengisap sabu. Namun, sewaktu giliran Rianto mengisap sabu, Andi Lala menghantamkan besi seberat 11 kg ke kepalanya, mendengar suara ribut-ribut, Andi Syahputra dan Roni Anggara, yang awalnya berada di luar masuk ke dalam rumah. Kemudian, Andi Syahputra diperintahkan melihat situasi di luar rumah, dan terdakwa Roni ikut menghabisi nyawa korban lainnya. (kn-m07)

Related posts