September 25, 2018

Batas Waktu 14 Hari, JR Saragih Tak Ditahan, Nanti Pengadilan Tentukan

Ketua Pengarah Tim Sentra Gakkumdu, Kombes Pol Andi Rian Djajadi, yang juga Dir Ditreskrimum Polda Sumut. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Ketua Pengarah Tim Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu), Kombes Pol Andi Rian Djajadi mengemukakan, Tim Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut sudah punya bukti yang kuat, dalam menetapkan Bakal Calon Gubernur Sumut berinisial JRS sebagai tersangka.

“Bukti itu, satu diantaranya hasil uji laboratorium forensik terhadap tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Andrianto. Hasil uji labfor, tanda tangan yang ada di surat tidak otentik dengan aslinya,” kata Kombes Pol Andi Rian Djajadi, kepada wartawan di Sentra Gakkumdu Bawaslu Sumatera Utara, Jumat (16/3/2018).

Dengan keterangan Sekretaris Dinas Pendidikan yang menyatakan JR Saragih tidak pernah melegalisir fotocopy ijazahnya. Tim Sentra Gakkumdu pada Senin lalu, berangkat ke Jakarta, tujuannya melakukan pemeriksaan ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan langsung mengumpulkan specimen langsung diuji ke Laboratorium Forensik hasilnya tidak identik. Karena itu, objek dari perkara ini bukan ijasah palsu, tapi adalah legalisir yang palsu di dalam copy ijazah, ternyata ada surat bantahan ke KPU bawah Dinas Pendidikan tidak pernah melegalisir terhadap copy ijazah tersebut,” papar Kombes Pol Andi Rian Djajadi, yang juga menjabat Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Ditreskrimum) Polda Sumut.

Baca Juga:  Sekjen Demokrat : 'Pak JR Hadiri Panggilan Gakkumdu dan Tunggu Putusan PTTUN'

Menyinggung tentang kemungkinan penahanan terhadap tersangka JRS, dikemukakan Kombes Andi Rian, pihaknya belum dapat memastikannya. Sebab, batas waktu untuk penyidikan sesuai peraturan hanya diberikan 14 hari. “Apabila dalam waktu yang diberikan itu dapat dibuktikan, tersangka JRS tidak perlu ditahan. Penahanan tersangka, nanti pengadilan yang menentukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dari informasi diperoleh, Dingin Pakpahan selaku Kuasa Hukum dari JR Saragih menjemput surat panggilan kliennya yang ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan penggunaan fotocopy legalisir ijazah palsu, sewaktu mendaftarkan diri sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara.

Dingin Pakpahan mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, Jumat (16/3/2018), untuk penjemputan surat panggilan. “Ini adalah tindakan koperatif dari Pak JR Saragih dalam hal menyikapi laporan masyarakat, jadi begitu ada komunikasi dengan pihak polda, ada panggilan ya kita jemput,” sebutnya.

Baca Juga:  Tiga JPU Tangani Perkara JR Saragih, Untuk P-21 Berkas Diteliti

Dikemukakan Dingin Pakpahan, Tim JR Saragih begitu terkejut dengan penetapan tersangka tersebut. JR Saragih juga dikabarkan sudah dipanggil ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan para pimpinan. (kn-m09)

Related posts