December 15, 2017

Akhiri Perselisihan, Keluarga TD Pardede Sepakat Cabut 18 Perkara

KarakterNews.com – MEDAN – Selama 26 tahun berselisih, akhirnya keluarga besar mendiang Dr TD Pardede/Hermina br Napitupulu, berdamai atau menyatu kembali.

“Perdamaian keluarga besar ini, berkat anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Koordinator Tim Pengacara Ahli Waris untuk Perdamaian, Robert Sihotang, SH, MH kepada wartawan, Sabtu (1/4/2017).

Dijelaskan Robert Sihotang, begitu Dr TD Pardede meninggal pada tahun 1991, terjadi perselisihan antar ahli warisn. Dalam kurun waktu 1991, hingga saat ini sejumlah tokoh daerah maupun nasional, sipil maupun militer sudah berusaha untuk mendamaikan, tapi hal itu tidak pernah terjadi.

Kemudian, para tokoh-tokoh sadar bahwa ahli waris TD Pardede merupakan aset nasional sehingga perlu diselamatkan keberadaannya. Namun, dikarenakan ego masing-masing yang tidak mau mengalah satu dengan lainnya membuat perselisihan terus berlarut-larut atau berkepanjangan. “Berbagai upaya sudah dilakukan guna mendamaikan, tapi tidak ada yang berhasil. Tidak hanya sekadar berselisih, muncul juga saling gugat antara satu dengan lainnya yang hingga saat ini sudah mencapai 18 perkara,” ungkap Robert Sihotang.

Namun, berkat anugerah Tuhan telah membuka mata hati semua ahli waris untuk berdamai. Semua ahli waris sudah membuang jauh-jauh ego masing-masing. “Ibarat pepatah yang mengatakan, ‘kalah jadi abu menang jadi arang’ dalam perselisihan khususnya perselisihan keluarga, tidak ada yang menang. Atas dasar itu semua ahli waris bersepakat berdamai. Dimana, Johny Pardede dan Rudolf Pardede mengundang seluruh kakak dan adiknya selaku ahli waris untuk mengadakan pertemuan untuk membahas perdamaian.

Akhirnya, kesepakatan perdamaian dilakukan dalam pertemuan yang dilakukan di TD Pardede Center, Universitas Dharma Agung (UDA), pada Selasa 28 Maret 2017, yang dihadiri seluruh ahli waris Dr TD Pardede, masing-masing Sariaty br Pardede, Emy br Pardede, Rudolf Pardede, Any br Pardede, Merry br Pardede, mendiang Hisar Pardede br (diwakili anaknya), Johny Pardede, Reny br Pardede dan Indri Pardede.

Dalam kesepakatan perdamaian yang ditangani dihadapan Notaris Sati, SH, seluruh ahli waris TD Pardede, sepakat untuk mencabut 18 perkara. Kemudian seluruh aset yang dimiliki seperti, hotel, perkebunan, rumah sakit dan lainnya akan diserahkan pengelolaannya kepada profesional atau yang ahli dibidangnya. “Pihak ahli waris hanya sebagai pengawas saja sesuai dengan wasiat mendiang Dr TD Pardede,” kata Robert.

“Dengan adanya perdamaian ini, ke depannya semua perusahaan yang ada diharapkan bisa maju dan berkembang untuk mengembalikan kejayaan nama besar TD Pardede yang dahulu sangat terkenal tidak hanya di Sumatera Utara saja, tapi secara nasional,” ucap Robert Sihotang.

Secara terpisah, Johny Pardede dan Rudolf Pardede atas nama keluarga besar Dr TD Pardede/Hermina br Napitupulu, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini turut membantu dan memberikan dukungan seperti Hamba Tuhan, pejabat sipil dan militer di daerah maupun nasional, sehingga terwujudnya perdamaian ini.

“Kami mohon doanya, agar tetap dapat menjaga kebersamaan keluarga sehingga bisa menjaga warisan dari orangtua kami,” ucap Johny Pardede dan Rudolf Pardede. (rel/kn-m09)

Related posts