Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan

Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan – Epistemologi secara umum didefinisikan sebagai cabang filsafat yang membahas ilmu pengetahuan secara holistik dan rasional. Singkatnya, epistemologi disebut “.

Sains atau ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Linked as artikel ini merupakan upaya untuk menggali konsep atau ilmu pendidikan berdasarkan Pancasila. Kajian ini sangat penting karena saat ini berbagai pihak sedang gencar membicarakan Pancasila.

Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan

Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan

Jika Anda ingin membuat konsep pendidikan Indonesia yang unik berdasarkan Pancasila, Anda perlu memahami makna kata-kata penting dalam Pancasila serta konteks sejarah penyusunan Pembukaan UUD 1945, yang mencakup teks Pancasila. Jangan mulai dengan mimpimu

Pemberdayaan Etika Pancasila Dalam Konteks Kehidupan Kampus

. Pejabat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu tahu suara perintah tersebut. Tetapi bagaimana seharusnya kita memahami hukum kedua? Apa arti kata “kemanusiaan”, “adil” dan “beradab” dalam instruksi ini? Mengapa tidak formula “kemanusiaan budaya” atau “kemanusiaan yang berbudi luhur” atau “kepribadian manusia”? Mengapa?

Diketahui bahwa rumusan undang-undang kedua ini merupakan bagian dari “Piagam Jakarta” yang lahir pada tahun 1945 oleh Panitia Sembilan BPUPK, kemudian disahkan oleh rakyat Indonesia dan diterima hingga saat ini. Pasal kedua ini juga telah diteliti oleh berbagai pihak yang keberatan dengan beberapa isi Piagam Jakarta, terutama susunan kata pada pasal pertama:

). Makna SK kedua ini sangat berbeda dengan rumusan yang diajukan Bong Karno dalam rapat BPUPK pada 1 Juni 1945. Saat itu, Bong Karno mengusulkan “Lima Hukum” untuk Indonesia merdeka, yaitu: (1) Nasionalisme Indonesia (2) Internasionalisme atau Filantropi (3) Konsensus atau Demokrasi (4) Kesejahteraan Sosial (5) Ketuhanan.

Oleh karena itu, sesuai dengan sila kedua Pancasila yang secara resmi berlaku, konsep kemanusiaan yang harus dikembangkan di Indonesia adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Bukannya kemanusiaan yang tidak adil dan brutal, kemudian muncul pertanyaan, pandangan alam mana yang dapat menjelaskan dengan jelas makna “adil” dan “beradab”?

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Halaman 1

Jawabannya tentu saja “pandangan alam Islam”. Karena dua istilah – keadilan dan kesopanan – adalah istilah yang berasal dari kosakata dasar Islam.

). Simak dan simak apakah ada kata yang mirip dengan istilah “adil” dan “sopan” dalam bahasa nusantara. Sampai sekarang! Apa arti kata “adil” dalam bahasa Jawa? Apakah ada kata dalam bahasa Sunda untuk “tata krama”? Bagaimana seharusnya kita menerjemahkan “kemanusiaan yang adil dan beradab” ke dalam bahasa Jawa?

Dapat disimpulkan bahwa kedua kata dan konsep tersebut yaitu “keadilan” dan “kesusilaan” pada awalnya hanya terdapat dalam konsep-konsep Islam dan oleh karena itu pencarian makna aslinya pasti ditemukan dalam perspektif alam.

Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan

) Islami Setidaknya, tidak ada salahnya jika umat Islam Indonesia memaknai kedua istilah ini secara Islami. Kompilasi ketentuan kedua Pancasila menunjukkan bahwa Pancasila sebenarnya bukan konsep sekuler atau konsep netral agama, karena interpretasinya sering dipaksakan dalam beberapa dekade terakhir.

Buku Terbaru Pendidikan Pancasila / Pendidikan Untuk Mewujudkan Nilai

Pencantuman kata “adil” dan “adab” dalam rumusan Pancasila jelas menunjukkan bahwa pandangan dunia Islam sangat berpengaruh dalam pembentukan Pembukaan UUD 1945, yang didalamnya terkandung rumusan Pancasila. Selain itu, dibedakan dengan sejumlah istilah kunci lain yang maknanya khusus untuk Islam, seperti kata “hikmat” dan “pemikiran”.

Kata “keadilan” merupakan istilah “adat” yang muncul dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Misalnya, Al-Qur’an mengatakan:

“Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan, kebaikan, bersedekah kepada kerabat dan melarang orang yang munkar dan munkar. Tuhan mengingat Anda sehingga Anda ingat. (16:90).

Dari perspektif Islam, kata sopan santun dapat ditemukan dalam beberapa hadits Nabi. Misal seperti Anas R.A. Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan:

Epistemologi Pendidikan Pancasila

“Al-Tawhido Yojib al-Ayman, femen la imana loho la tohida loho; Walaimanu Yojibo Assyriata, Famen La Syriata Leho, La Iman Loho dan La Tohida Leho. Dan assyriato yojibu al-adbe, famen la adaba loho, la siriat loho dan la imana loho dan la tuhida loho”.

Jadi, dalam kata-kata Kayai Hasim, “seseorang yang tidak memiliki sopan santun sebenarnya tidak mengikuti hukum, tidak percaya tauhid dan tidak percaya”. Pentingnya kesantunan dalam ajaran Islam begitu besar sehingga aspek agama dan agama juga harus mencakup kesantunan. Dari nama kitab Kiai Hossein Asy’ari.

, dapat dipahami bahwa penerapan sopan santun harus dimulai dalam dunia pendidikan. Bagaimanapun, ini adalah dasar dari pengembangan kemanusiaan yang beradab dan juga prinsip untuk mewujudkan peradaban yang mulia.

Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan

“Pemerintah berupaya menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang mengedepankan keimanan, ketakwaan, dan kebajikan dalam rangka pendidikan untuk kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”

Pert. 2 Dosen: Dr. Syahrial Syarbaini, Ma.

Kemudian, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pendidikan Tinggi, tujuan pendidikan nasional adalah keimanan dan ditegaskan bahwa pembinaan keagamaan itu saleh dan otentik. Rakyat. Oleh karena itu, antara Pancasila, UUD 1945, UU Pendidikan Nasional, dan UU Pendidikan Tinggi, terdapat keterpaduan konsep manusia Indonesia yang ideal dengan tujuan pendidikan.

Membentuk “manusia yang mulia” – manusia yang adil dan beradab atau bertakwa – adalah tugas dunia pendidikan di Indonesia. Tujuan ini tidak dapat dicapai tanpa bimbingan wahyu ilahi. Oleh karena itu, secara logika, konsep pendidikan dan keilmuan yang dikembangkan dan diajarkan di lembaga pendidikan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan konsep pendidikan Nabi Islam – khususnya bagi umat Islam Indonesia.

Oleh karena itu, Pancasila berdasarkan ketentuan dasar dalam UUD 1945 dan UU Pendidikan Nasional, merupakan konsep pendidikan kesusilaan dan moral yang harus dikembangkan dan diamalkan. Bukan konsep pendidikan karakter. Pendidikan akhlak mengacu pada tradisi pendidikan Al-Qur’an, Sunnah dan ulama, tanpa mengabaikan nilai-nilai positif budaya lokal.

) jelas, itu berarti Hazrat Muhammad. Jika sejak zaman Bong Karno dan dilanjutkan oleh Pak Harto dan lain-lain, perayaan Maulid Nabi Muhammad (SAW) diadakan di istana pemerintah, tentu bukan tanpa tujuan.

Apa Makna Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

(Jakarta: Kompas, 2006), Dawood Joseph yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengaku pernah mengusulkan kepada Presiden Suharto agar tidak hanya merayakan Maulid Nabi Muhammad, tetapi juga Natal di Istana Negara. Karena Pak Harto menolak tawarannya, ia mengadakan pesta Natal bersama di departemen P&C yang dipimpinnya.

Meskipun hari ini adalah hari kelahiran Nabi Muhammad (SAW), jika tidak dijadikan contoh dalam pendidikan dan kehidupan, apakah akan adil dan beradab? Sesungguhnya dia diutus untuk berbelas kasih kepada seluruh alam. (21:107). Dia adalah orang yang paling mulia dan bermoral. (Al-Qur’an 68:4).

Oleh karena itu, sangat wajar dan beradab jika anak-anak muslim diajarkan konsep pendidikan akhlak dengan keteladanan utama Nabi Muhammad SAW. Siapa yang bisa dijadikan panutan dalam pengembangan karakter? Adakah orang Indonesia yang berani mengakui bahwa dirinya secara moral lebih tinggi dari Nabi Muhammad (SAW)?

Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan

Dengan mengacu pada Pancasila dan UUD 1945, maka filsafat ilmu yang menjadi dasar konsep pendidikan nasional Indonesia tidak boleh menjadi filsafat ilmu sekuler yang mengabaikan atau merendahkan konsep-konsep keilmuan yang berdasarkan wahyu.

Pdf) Fungsi Filsafat Pancasila Dalam Ilmu Pendidikan Di Indonesia

Dikatakan bahwa ada tiga alasan untuk memperoleh pengetahuan: panca indera, amanat (termasuk wahyu) dan akal sehat.

) tidak dapat digantikan oleh ilmu emosional (eksperimental), yang bersifat eksperimental dan teoritis. Misalnya, teori bahwa orang Indonesia keturunan Adam tidak dapat dikalahkan oleh “teori” bahwa orang Indonesia adalah keturunan “hominid” (manusia kera).

Karena sejauh ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa monyet bisa menjadi manusia. Atau tidak ada orang yang bisa membuktikan bahwa dia adalah monyet. Juga, tidak pernah ada tuan yang menikahi monyet dan kemudian memiliki anak, 75% monyet dan 25% manusia. Tolong buktikan!

Contoh lain adalah pelajaran teori “kebutuhan manusia”. Selama ini mereka telah diajarkan bahwa kebutuhan dasar manusia adalah makan, minum, sandang dan papan. Tidak diajarkan di sekolah bahwa kebutuhan dasar manusia termasuk penyebutan Tuhan. Padahal, pesan dari ayat mulia dalam Al-Qur’an sangat jelas: “Ingatlah Allah di permukaan hati”, mengingat Allah terletak dengan mengingat Allah. (Al-Qur’an 13:28). Oleh karena itu, penting untuk menyebutkan kebutuhan dasar manusia, karena kebutuhan manusia tidak hanya fisik!

Modul Kuliah 4 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Bangsa Indonesia

Lagu Indonesia Raya : “Bangun jiwa, bangun raga!” Logikanya, pemerintah mengembangkan konsep membangun semangat bangsa agar masyarakatnya sehat jasmani dan rohani. Oleh karena itu, jiwanya jauh dari ciri utama manusia Indonesia, yaitu kemunafikan – oleh Muchter Lubis Taman Ismail Marzouki Humanis, 6 April 1977. Muchter Lubis mengatakan: Salah satu ciri orang Indonesia adalah mereka sangat terlihat MUNYUZACHI atau KOMUNIKATOR Diri di depan dan orang lain di belakang sudah lama menjadi ciri khas masyarakat Indonesia…

“Orang yang bahagia membersihkan jiwanya dan orang yang malang mengotori jiwanya.” (91:9-10) Oleh karena itu, jika konsep menjadikan ruh Al-Qur’an tidak diajarkan di sekolah dan universitas, sungguh tidak adil. dan beradab

Meskipun tidak secara tegas dinyatakan bahwa Indonesia adalah negara Islam, penulis Pembukaan UUD 1945, Bong Karno, Bong Hata, Kh.H. Vahid Hossein, Haji Agus Salim dan lainnya berjuang untuk negara ini. Berlandaskan iman hanya kepada Tuhan. Toh Pak Jokowi, Pak Mohajer, Pak Nasser, Pak Yodi Latif dan para pemimpin negeri ini beragama Islam. Mereka semua dan kita semua suatu hari nanti akan berdiri di hadapan satu-satunya hakim yang paling adil, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Kami bertanggung jawab atas kebijakan dan tindakan kami. Pengertian Filsafat dalam Wacana Ilmu Filsafat merupakan bidang ilmu yang kompleks, rumit, dan sulit dipahami secara jelas. Pengetahuan.

Filsafat Pancasila Dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan

D. Merumuskan argumentasi tentang dinamika dan persoalan Pancasila sebagai sistem filsafat 1. Dinamika Pancasila sebagai sistem filsafat a. Pada saat Pemerintah

Urgensi Pendidikan Pancasila Harus Mandiri

Berdasarkan sistem nilai PANCASILA. Pengertian Nilai Nilai adalah kualitas yang melekat pada sesuatu atau nilai sesuatu. Nilai adalah kualitas.

Pratt 2 Guru: Dr. Syahrial Sirbaini, M. Filsafat Pancasila Perth. 2 guru : drg. Syahrial Sirbaini, M. dokter. H. Syahriyal

Teori dan konsep globalisasi telah mengancam bahkan mendominasi eksistensi negara-bangsa, termasuk Indonesia. Perubahan nilai dalam kehidupan berbangsa terkait dengan konflik kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. dokter. H.

Buku pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 11, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 11, s2 pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 10, contoh proposal skripsi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 8, buku pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 12, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan untuk mahasiswa, buku pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 7, buku pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, buku pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 8, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan kelas 7

Leave a Reply

Your email address will not be published.