Penerapan Bioteknologi Di Bidang Pertanian

Penerapan Bioteknologi Di Bidang Pertanian – Bioteknologi modern banyak diterapkan di bidang pertanian dan peternakan dengan menggunakan teknik DNA rekombinan. Teknik DNA rekombinan bertujuan untuk mendapatkan benih unggul. Proses tersebut melibatkan transfer gen yang lebih tinggi dari satu organisme ke organisme lain melalui mediasi mikroorganisme yang ada di alam. Aplikasi ini terlihat pada proses pembuatan DNA rekombinan tanaman menggunakan vektor

Teknik DNA rekombinan digunakan untuk mendapatkan tanaman padi transgenik. Misalnya, tanaman padi roseola transgenik yang mampu mengekspresikan laktoferin dan tanaman padi toleran dingin dapat dimasukkan ke dalam kromosom tanaman padi toleran dingin untuk mendapatkan padi tahan dingin;

Penerapan Bioteknologi Di Bidang Pertanian

Penerapan Bioteknologi Di Bidang Pertanian

) pada sapi perah. Dengan penerapan bioteknologi akan dapat diperoleh sapi yang menghasilkan susu yang mengandung laktoferin. Seperti sapi Herman.

Kelebihan Dan Kelemahan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian

Untuk membuat BST. BST ditambahkan ke pakan ternak, dengan efek meningkatkan produksi daging dan susu pada hewan ternak;

Pada tanaman kapas dengan teknik DNA rekombinan. Selain itu, tanaman akan menghasilkan protein delta endotoksin yang bereaksi dengan enzim di perut serangga untuk membuatnya beracun. Demikianlah serangga yang memakan pohon itu akan mati;

Hormon tanaman (fitohormon) yang menyebabkan tanaman layu adalah gas etilen. Jatuhnya bunga disebabkan oleh adanya gen sensitif pada mahkota bunga. Jika gen diganti dengan gen rentan, pembungaan bisa tertunda. Anyelir transgenik telah dibuat yang dapat bertahan hingga 3 minggu, sedangkan anyelir biasanya tetap segar hanya selama 3 hari;

Hormon etilen merangsang pematangan buah. Upaya pencegahan busuk buah telah dilakukan melalui rekayasa genetika. Misalnya tomat Savor tahan busuk;

Saatnya Pemerintah Terapkan Bioteknologi Di Bidang Pangan

) dikembangkan oleh ilmuwan Beachy dari University of Washington (AS). Plasmid TI dilebur dengan gen resistensi TMV dan kemudian dimasukkan ke dalam kromosom tembakau. Kromosom kemudian diperbanyak dengan teknik kultur jaringan. Hasil akhirnya adalah tanaman tembakau tahan terhadap infeksi TMV;

Pupuk organik dibuat dengan menggunakan mikroorganisme yang dapat mengurangi penggunaan asam organik untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan biaya produksi. Contoh pupuk superfosfat yang diproduksi dengan teknologi Bio-SP menggunakan mikroorganisme pelarut fosfat;

Guru biologi sekolah menengah, blogger yang suka berkebun, menulis, bulu tangkis, dan lari. Alumni Pendidikan Biologi Universitas Lampung. Motto hidup : “Tulislah, maka karyamu akan abadi”. Silakan kunjungi website saya yang lain: Bioteknologi Merah Tentang Ilmu Pertanian (Red Biotechnology) mempelajari penerapan bioteknologi di bidang medis. Bioteknologi putih / abu-abu (white / grey biotechnology) menemukan aplikasi di bidang-bidang seperti pengembangan dan produksi senyawa baru dan penciptaan sumber energi terbarukan, seperti di bidang mikrobiologi, misalnya ragi. Bioteknologi biru (blue biotechnology) disebut juga bioteknologi perairan/air yang mengontrol proses-proses yang terjadi di lingkungan perairan. Bioteknologi hijau mempelajari penerapan bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan.

Penerapan Bioteknologi Di Bidang Pertanian

3 Jadi … Bioteknologi pertanian adalah jenis bioteknologi hijau. Sejumlah besar produk dihasilkan melalui penerapan bioteknologi pertanian

Penerapan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian Kel 2

4 Pupuk hayati Bahan Tanaman Unggul Biokontrol Biodekomposer Bioteknologi Gradien Indonesia Produk Biotek Pertanian Meliputi Biodekomposer dan Biostarter Biokontrol Pupuk hayati Bahan Tanaman Unggul

5 Bahan tanaman unggul Kualitas bahan tanaman dapat ditingkatkan melalui metode bioteknologi, peningkatan kualitas bahan tanaman dalam empat kategori, peningkatan kualitas makanan, ketahanan terhadap hama atau penyakit, toleransi terhadap cekaman lingkungan, manajemen budidaya.

Tanaman transgenik adalah tanaman yang mengandung gen yang diubah. Budidaya komersial tanaman GM dimulai di Cina pada tahun 1992 dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, meskipun tidak terdaftar sebagai produsen tanaman GM, berbagai produk transgenik sebenarnya ditanam di dalam negeri.

8 Pupuk organik Aplikasi pupuk organik ke dalam tanah meningkatkan aktivitas mikroba di dalam tanah, sehingga mengoptimalkan ketersediaan unsur hara dan mengurangi dosis pupuk konvensional tanpa mengurangi produktivitas tanaman dan tanah. Beberapa produk : Rhizoplus Rhiposant Bio P Z 2000 Organic Soil Treatment (OST) AZO, dll.

Ipa Kelas 9 Bioteknologi Pertemuan Ke 4 Worksheet

Bahan organik tanah dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan organik dari limbah pertanian yang membusuk (pengomposan) ke dalam tanah. Proses dekomposisi alami berlangsung 3-6 bulan. Selain itu, beberapa komponen biodekomposer aktif secara mikroba yang masih tertinggal dalam kompos juga berperan sebagai musuh alami penyakit jamur akar atau busuk batang. Biostarter adalah cairan yang membantu mempercepat proses fermentasi kotoran hewan dan organik. Penggunaan biodekomposer dan biostarter dapat mempercepat proses pengomposan hingga 2-3 minggu.

10 Mikroba untuk pengendalian hayati Contoh mikroba yang digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman adalah Contoh mikroba yang digunakan dalam pengendalian hayati Beauveria bassiana untuk pengendalian serangga Metarhizium anisopliae Tebu boktor (Dorysthenes sp) dan boktor sengon (Xyxtrocera festtiva ) untuk pengendalian trichoderma.

12 Tanaman transgenik Tanaman transgenik adalah tanaman yang memiliki gen asing yang disisipkan oleh spesies tanaman atau makhluk hidup lain yang berbeda. Penggabungan gen asing bertujuan untuk memperoleh tanaman dengan karakteristik yang diinginkan, misalnya tahan terhadap suhu tinggi, suhu rendah, kekeringan, hama tanaman, serta menghasilkan tanaman dengan jumlah dan kualitas yang lebih tinggi daripada tanaman alami.

Penerapan Bioteknologi Di Bidang Pertanian

Beberapa contoh tanaman GM yang dikembangkan di seluruh dunia tercantum dalam tabel di bawah ini. Jenis tanaman Modified Nature Image Beras yang dimodifikasi mengandung provitamin A (beta-karoten) dalam jumlah tinggi. Gen bakteri narcissus, jagung dan Erwinia disisipkan ke dalam kromosom padi, jagung, kapas, kentang dan tahan terhadap parasit. Gen toksin Bt bakteri Bacillus thuringiensis ditransfer ke tanaman tembakau tahan dingin. Gen dari tanaman Arabidopsis thaliana atau cyanobacteria (Anacyctis nidulans) dimasukkan ke dalam tembakau untuk mengatur ketahanan terhadap dingin.

B I O T E K N O L O G I Standar Kompetensi

16 Tomat Proses pelunakan tomat melambat sehingga tomat dapat disimpan lebih lama dan tidak cepat busuk. Sebuah gen khusus yang disebut antisenescence telah ditransfer ke tomat untuk mencegah enzim poligalakturonase (enzim yang mempercepat pemecahan dinding sel tomat). Selain menggunakan gen bakteri E. coli, tomat transgenik juga dibuat dengan mengubah gennya secara alami. Kedelai kaya akan asam oleat dan tahan terhadap herbisida glifosat. Penyemprotan herbisida ini hanya akan membunuh gulma di sekitar kedelai. Gen resistensi herbisida dari bakteri Agrobacterium CP4 telah dimasukkan ke dalam kedelai dan teknik molekuler juga telah digunakan untuk meningkatkan pembentukan asam oleat. Tahan terhadap penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus ubi jalar. Gen amplop virus tertentu ditransfer ke ubi jalar dengan bantuan teknologi atenuasi gen.

17 Rapeseed menghasilkan minyak canola yang tinggi asam laurat yang membuatnya lebih bermanfaat bagi kesehatan dan ekonomi. Selain itu, tanaman rapeseed juga ditemukan mengandung gen yang mengkode vitamin E. Gen FatB dari Ambellularia californica telah dipindahkan ke tanaman rapeseed untuk meningkatkan kandungan asam laurat. Resistensi terhadap virus pepaya tertentu, seperti virus papaya ringspot (PRSV). Gen yang mengkode amplop virus PRSV telah ditransfer ke tanaman pepaya. Buah semangka tidak cepat busuk. Sebuah gen baru diambil dari bakteriofag T3 untuk mengurangi pembentukan hormon etilen (hormon yang berperan dalam pematangan buah) pada semangka. Bit gula tahan terhadap herbisida glifosat dan glufosinat. Gen dari strain Agrobacterium CP4 dan jamur Streptomyces viridochromogens dipindahkan ke tanaman bit gula.

18 Plum (plum) tahan terhadap infeksi virus plumpox (virus plumpox). Gen amplop virus plumpox ditransfer ke tanaman plum. Gandum tahan terhadap penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Fusarium. Gen yang mengkode enzim kitinase (penghancuran dinding sel jamur) dari jelai telah dipindahkan ke tanaman gandum.

Bioetika Keamanan dan Kekhawatiran Paten pada organisme yang dimodifikasi secara genetik Penggunaan gen dan jaringan manusia untuk terapi Tanggung jawab sosial perusahaan

Tugas Makalah Bioteknologi Pertanian

Untuk membuat situs web ini berfungsi, kami merekam data pengguna dan membagikannya dengan pemroses data. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menerima Kebijakan Privasi kami, termasuk Kebijakan Cookie Bioteknologi modern menggunakan teknik DNA rekombinan yang diterapkan secara luas di bidang kesehatan, pertanian, dan peternakan. Teknik DNA rekombinan bertujuan untuk mendapatkan benih unggul. Proses tersebut melibatkan transfer gen yang lebih tinggi dari satu organisme ke organisme lain melalui mediasi mikroorganisme yang ada di alam. Aplikasi ini dapat dilihat pada produksi DNA rekombinan tanaman menggunakan vektor Agrobacterium tumefaciens yang mengandung plasmid T (tumor-inducing) yang mampu berintegrasi dengan DNA pada beberapa tanaman.

Teknik DNA rekombinan dapat digunakan untuk mendapatkan tanaman padi transgenik. Misalnya, tanaman padi rosela transgenik yang mampu mengekspresikan laktoferin dan tanaman padi tahan dingin dapat dimasukkan ke dalam kromosom tanaman padi tahan dingin untuk mendapatkan beras tahan dingin;

Teknologi DNA rekombinan mampu mengintroduksi gen laktoferin ke manusia yang menghasilkan HLF (human lactoferrin) pada sapi perah. Melalui penerapan/penerapan bioteknologi dimungkinkan diperoleh sapi yang menghasilkan susu yang mengandung laktoferin. Seperti sapi Herman.

Penerapan Bioteknologi Di Bidang Pertanian

Teknik modern ini melibatkan penyisipan gen somatotropin sapi ke dalam plasmid bakteri Escherichia coli untuk menghasilkan BST. BST ditambahkan ke pakan ternak, dengan efek meningkatkan produksi daging dan susu pada hewan ternak;

Keuntungan Dan Kerugian Dari Bioteknologi

Pada beberapa jenis sapi perah, kloning embrio dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kualitas breed;

Tanaman kapas anti serangga transgenik diperoleh dengan memasukkan gen delta endotoksin Bacillus thuringiensis ke dalam tanaman kapas melalui teknik DNA rekombinan. Selain itu, tanaman akan menghasilkan protein delta endotoksin yang bereaksi dengan enzim di perut serangga untuk membuatnya beracun. Demikianlah serangga yang memakan pohon itu akan mati;

Hormon tanaman yang menyebabkan tanaman menjadi layu adalah gas etilen. Jatuhnya bunga disebabkan oleh adanya gen sensitif pada mahkota bunga. Jika gen diganti dengan gen rentan, pembungaan bisa tertunda. Anyelir transgenik telah dikembangkan yang dapat bertahan hingga 3 minggu, sedangkan anyelir

Contoh bioteknologi di bidang pertanian, bisnis di bidang pertanian, penerapan bioteknologi dalam bidang pertanian, bioteknologi di bidang pertanian, bioteknologi dalam bidang pertanian, hasil bioteknologi di bidang pertanian, usaha di bidang pertanian, bioteknologi bidang pertanian, penerapan bioteknologi di bidang pangan, contoh bioteknologi bidang pertanian, pemanfaatan bioteknologi di bidang pertanian, investasi di bidang pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published.