Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara – ANGGOTA MPR RI H Acep Adang Ruhiat memberikan pengarahan kepada para pemangku kepentingan pada kegiatan sosialisasi empat pilar kehidupan bernegara dan berbangsa di Balairung Universitas Cipasung, Tasikmalaya, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, beberapa minggu lalu.*

Mendekati 2021-2022 kedua di sela-sela sesi, H. Acep Adang Ruhiatas, M.Si kembali menyelenggarakan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Hal ini karena merupakan tugas dan tanggung jawab anggota MPR yang bertujuan untuk memahami pentingnya melaksanakan secara simultan prinsip-prinsip keempat pilar tersebut agar masyarakat mengetahui fungsi dan peran MPR. Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia.

Endro Ajak Warga Jaken Tanamkan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Beberapa tokoh masyarakat, ajengan, Muspida dan mahasiswa Universitas Cipasung Tasikmalaya diundang dalam kegiatan yang diadakan di Balairung Universitas Cipasung, Tasikmalaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut H. Acepo Adango, pentingnya kegiatan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini untuk terus mengingatkan masyarakat tentang budaya dan nilai luhur yang diwarisi oleh para pencipta bangsa.

“Selanjutnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam perkembangan teknologi dan zaman yang sangat pesat,” kata Acep Adang usai 2022. kegiatan pada hari Rabu, 22 Maret.

Acep Adang menjelaskan bahwa empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila, 1945. Konstitusi, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang harus senantiasa didorong dan dibina dalam kehidupan generasi muda. . masyarakat, bangsa dan negara.

Denty Eka Sosialisasikan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Sementara itu, lanjutnya, kebhinekaan merupakan salah satu konsep kebangsaan yang sangat cocok diterapkan di Indonesia mengingat kondisi geografis yang sangat luas dan pluralisme bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu, sebagai anggota MPR RI, saya selalu mendukung program pemerintah untuk menyebarkan empat pilar bernegara dan bernegara kepada masyarakat, sehingga prinsip empat pilar kebangsaan akan selalu tetap di hati rakyat. dan menjadi landasan yang kokoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. *** Anggota Komisi IV DPR RI Ir Mindo Sianiparas pada Pembukaan Empat Rukun Berbangsa dan Bernegara, Kamis (4) 08/08/2022)

Nganjuk, – Anggota Komisi IV DPR RI Ir Mindo Sianipar meresmikan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara pada Kamis (8/4/2022) di Rumah Aspirasi, Desa Gejagan, Kelurahan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Ir Mindo Sianipar, Pj Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ida Bagus Nugroho, Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono dan Forkopimcam Loceret.

Empat Pilar Kebangsaan

Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari kelompok tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi IV DPRD RI Ir Mindo Sianipar mengungkapkan bahwa Pancasila adalah dasar dan ideologi negara.

“Pancasila adalah alat pemersatu bangsa karena Pancasila adalah pemimpin rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Mindo.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai inti yang harus dijadikan pedoman peraturan dan dasar norma hukum di Indonesia.

Mediaponorogo.com Informasi Berita Ponorogo

Demikian pula dalam memandang kehidupan, Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa, karena dalam segala sila mengatur masyarakat Indonesia pada umumnya, tidak membedakan agama, suku, dan Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. antara sila. “, kata anggota parlemen PDI itu dalam pertempuran 5 periode ini.

“Sambil mensosialisasikan empat pilar tersebut, harus terus kita sosialisasikan, khususnya Pankasil, agar tidak hanya dikenang tetapi diintegrasikan ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

“Pak Mindo adalah tokoh senior PDI-P yang telah banyak berkontribusi kepada masyarakat, khususnya para petani Nganjuk,” kata Kang Marhaen, kenalan sapaan Marhaen Djumadi.

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Dalam kesempatan itu, Kang Marhaen menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ir Mindo Sianipar yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat Nganjuk.

Sosialisasi Empat Pilar Sangat Dibutuhkan Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Kang Marhaen juga berharap kerjasama dan sinergi DPRD di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat dapat melindungi aspirasi masyarakat.

“Kami selaku eksekutif pasti akan mendukung dan mendukung program-program yang digulirkan DPR, termasuk sosialisasi keempat pilar tersebut,” jelasnya.

Materi sosialisasinya adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, 1945. Konstitusi Republik Indonesia sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. . ) Sesuai dengan gambar “Kertas Kuning” Penerbit: Sekjen MPR RI Tahun Terbit: 2013 Tebal: 214 halaman Indonesia adalah negara besar. Sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara memahami bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk karena terdiri dari berbagai suku, adat, budaya, bahasa daerah dan agama yang berbeda. Dengan adanya keragaman tersebut, maka setiap langkah dan kebijakan negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk pemerintahan yang dipilih oleh rakyat Indonesia, lahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga para pejuang bangsa sebagai komitmen kolektif untuk menjaga keutuhan. negara Bhinneka Tunggal Ika artinya walaupun bangsa Indonesia berbeda suku, agama, ras, bahasa dan budaya, mereka tetap satu bangsa Indonesia. Sosialisasi nilai-nilai keempat pilar tersebut untuk mengingatkan dan memperbaharui komitmen seluruh komponen bangsa agar aktivitas dan fungsi kehidupan berbangsa dan bernegara senantiasa memelihara nilai-nilai luhur bangsa. konteks realisasi mandiri, bersatu, berdaulat, adil dan makmur Selamat berbelanja 👍

Umpan balik diberikan ketika pembeli atau penjual menyelesaikan transaksi. Chat dengan @truest_store untuk mengetahui lebih lanjut!

Sosialisasi 4 Pilar, Bu Haeny Ingatkan Masyarakat Terkait Pentingnya Etika Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Fotografi Desain & Kerajinan Tangan Makanan & Minuman Musik & Media Olahraga Veo Games Mainan & Koleksi Barang Antik Perlengkapan Hewan Peliharaan J-Pop K-Wave Tiket & Voucher Kita semua tahu bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam dalam hal budaya, adat istiadat, suku, golongan, suku, ras, bahasa bahkan agama. Varietas ini terdapat di berbagai daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia adalah negara di mana keragaman budaya tumbuh subur, didukung dan dilindungi oleh masyarakatnya.

Keberagaman di negeri ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Indonesia. Jika perbedaan tidak dikelola dan disikapi dengan baik, keragaman akan menjadi tantangan yang dapat menimbulkan persaingan dan konflik sosial yang dihadapi bangsa ini saat ini. Korupsi, kolusi, nepotisme, perampok, perselisihan politik dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalu menghormati hak orang lain. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa setiap orang tidak mampu memaknai hakikat keberagaman. Namun jika keragaman itu dipupuk dan tersalurkan dengan baik, perbedaan akan menjadi kekuatan atau potensi bagi pembangunan bangsa Indonesia, seperti saling bekerjasama secara sosial dan ekonomi, saling melengkapi – melengkapi satu sama lain daerah, saling membutuhkan – kebutuhan masing-masing individu.

72 tahun telah berlalu sejak Indonesia merdeka. Namun konflik atas perbedaan belakangan ini menjadi sarapan kita di televisi, surat kabar, radio bahkan media sosial. Konflik sering muncul antar manusia karena perbedaan suku, budaya, adat istiadat, sosial ekonomi, agama, serta perbedaan pendapat, serta perbedaan preferensi politik. Sebagai salah satu contoh konkrit sekaligus pengalaman pahit bagi bangsa ini adalah kasus-kasus konflik horizontal seperti kerusuhan sempit tahun 2001, Ambon tahun 1999. dan Poso pada tahun 1998-2000. Juga, konflik masa reformasi, seperti krisis ekonomi dan 1998 Kerusuhan Mei (Indrian Koto, 2012: 133). Belum lagi kasus konflik karena perbedaan keyakinan, seperti kasus pembakaran masjid di Papua Tolikara (Republika.com, 17/7/2015). Upaya pembakaran pintu gereja Kristen di Jawa, Kabupaten Purworejo (Beritanews.org, 21/7/2015) dll.

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Melihat banyaknya konflik yang terjadi di negeri ini karena kebhinekaan ini tentu saja mengkhawatirkan konflik yang sedang berlangsung, menjadikannya masalah multi negara yang dapat menghancurkan keutuhan dan persatuan bangsa. Bahkan, masyarakat Indonesia selalu diingatkan bahwa mereka harus hidup berdampingan secara damai dengan berbagai perbedaan yang ada di masyarakat. “Bhinneka Tunggal Ika” adalah motto kami yang artinya kita selalu diingatkan untuk menghargai, memahami dan menghargai segala perbedaan yang ada.

Jual Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Namun menciptakan kerukunan karena keberagaman di negeri ini bukanlah hal yang mudah. Lalu bagaimana menciptakan perdamaian di antara keragaman yang ada di Indonesia?

Pluralisme merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari oleh Indonesia sebagai bangsa yang besar. Pada saat yang sama, pluralisme tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan rasa persatuan Indonesia sebagai bangsa dan negara kesatuan (A. Ubaedillah dan Abdul Rozak, 2014:10).

Keberagaman warna kulit, perbedaan bentuk tubuh dan orientasi hidup bukanlah halangan bagi manusia untuk meningkatkan aktivitas hidupnya. Padahal, keragaman ini semakin menguatkan manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan dan melengkapi (Acep Aripudin, 2012: 25). Keberagaman suku, budaya, adat dan agama hingga saat ini tidak dianggap sebagai suatu kelemahan atau kekurangan, melainkan dianggap sebagai suatu keindahan dan diyakini sebagai anugerah dan kekayaan yang diberikan oleh Tuhan (Asep Syaefullah, 2007: 193).

Lihat! Pelangi, kita akan menemukan warna yang berbeda. Warnanya sangat berbeda satu sama lain, memiliki corak yang berbeda, ada merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Namun warna yang berbeda membuat pelangi terlihat indah, sehingga menghasilkan nuansa keindahan yang memikat mata dan membuatnya tetap terlihat. Memang, keindahan diwujudkan melalui perbedaan. Seperti di Indonesia, kecantikan tidak datang dari persamaan warna kulit, bentuk, bahasa, sosial ekonomi, agama atau pendapat. Perbedaan akan lebih indah jika saling melengkapi dan memahami. Alangkah baiknya jika perbedaan tersebut dapat dipahami dan dijadikan sebagai potensi kekuatan besar untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang sesungguhnya.

Pdf) Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/puu Xi/2013 Tentang Pembatalan Frasa 4 Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Sejarah juga mencatat bahwa dalam deklarasi tentang pengakuan kebhinekaan dalam rangka persatuan bangsa Indonesia pada Hari Sumpah Pemuda, tepatnya pada tahun 1928. Pada tanggal 28 Oktober dicanangkan (Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa) Indonesia. Beginilah seharusnya kita orang Indonesia memandang pluralisme yang ada. Gunakan kacamata yang bagus

Empat pilar berbangsa dan bernegara, kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara pdf, berbangsa dan bernegara, kehidupan berbangsa dan bernegara, buku empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, soal 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, pengertian kehidupan berbangsa dan bernegara, 4 pilar berbangsa dan bernegara, makalah kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Leave a Reply

Your email address will not be published.