February 24, 2018

Walikota Medan Hadiri Skema PINA, Proyek LRT & BRT Segera Terealisasi

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memberikan skema PINA kepada Walikota Medan H Dzulmi Eldin, disaksikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla di Istana Negara.

KarakterNews.com – JAKARTA – Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldn S M.Si menghadiri Financial Clossing Perjanjian Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) Proyek Waskita Toll Road dan Launching Public Private Partnership (PPP) Book 2017 di Istana Negara Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Financial Clossing PINA yang digelar Kementerian/Bappenas ini, juga dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Kegiatan ini, sebagai komitmen pemerintah mendiversifikasi pembiayaan dan mengurangi ketergantungan belanja APBN dan memperbesar peranan swasta, dan juga memanfaatkan sumber pembiayaan jangka panjang dari dana pensiun dan perusahaan pembiayaan infrastruktur.

Prioritas proyek yang dipilih untuk didanai dengan skema PINA memiliki 4 kriteria. Pertama, mendukung percepatan target prioritas pembangunan nasional. Kedua, memiliki manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia. Ketiga, kelayakan komersial dan keempat, memenuhi kriteria kesiapan (readiness criteria).

Baca Juga:  Kata Walikota Medan : Karang Taruna Agar Tak Laksanakan Kegiatan Seremonial

Skema PINA dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber pembiayaan yang berasal dari penanam modal, dana kelolaan, perbankan, pasar modal, asuransi, lembaga pembiayaan, lembaga jasa keuangan lain, dan sumber pembiayaan lain yang sah. Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan proyek PINA yang akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan nasional.

Untuk Kota Medan, Walikota Medan, Drs H Dzulmi Eldin menuturkan proyek yang akan dibangun menggunakan dana dengan skema PINA ini, diantaranya pembangunan LRT (Light Rail Transit) dan BRT (Bus Rapid Transit).

Selain memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat, pembangunan LRT dan BRT ini untuk mengurai titik-titik kemacetan yang ada di Kota Medan. Diharapkan, program ini bisa berjalan secepatnya, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya dengan nyaman, tanpa kemacetan,” kata Walikota Medan didampingi Kepala Bappeda Kota Medan, Wiriya Al Rahman.

Baca Juga:  Kata Dzulmi Eldin : "Kita Harus Bersatu dan Selalu Bekerja Untuk Kepentingan Rakyat"

Kata Dzulmi Eldin, jalur LRT ini nanti dibangun diatas jalan protokol inti kota. Dari hasil kajian sementara yang telah dilakukan, jalur LRT rencananya akan melintasi Stasiun Besar Kereta Api (KA) Medan, Jalan Williem Iskandar, Jalan M Yamin, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Setia Budi, Jalan Djamin Ginting, dan terakhir di Pasar Induk Laucih serta Tuntungan.

Sedangkan jalur BRT, direncanakan akan menghubungkan kawasan sub pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar inti kota, seperti Pasar Induk Laucih, Terminal Amplas, dan Pelabuhan Belawan untuk menuju kawasan inti kota, yang juga disiapkan rencananya melintasi Jalan Sisingamangaraja atau batas kota menuju Lapangan Merdeka, Jalan Gatot Subroto hingga Kampung Lalang. (kn-m09)

Related posts