Wakil Ketua DPR Laporkan Presiden PKS ke Bareskrim Polri

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Akhirnya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman ke Bareskrim Polri, terkait dugaan tindak pidana pemalsuan surat pemecatan dan pencemaran nama baik.

“Bismillah, saya berada di pagi yang mendebarkan menjelang fajar, karena hari ini saya akan melaporkan saudara saya @msi_sohibuliman ke Kepolisian RI. Sesuatu yang saya terpaksa lakukan. Sesuatu yang tak pernah terbayang akan saya lakukan,” demikian Fahri Hamzah melalui akun twitter pribadinya, Kamis (8/3/2018).

Kata Fahri Hamzah, langkah hukum yang ditempuhnya adalah upaya untuk menunjukkan bahwa dirinya sebagai warga negara yang baik. “Upaya hukum itu untuk perbaikan semua. Termasuk PKS, partai yang saya ikut mendirikannya. Saya tidak ada maksud yang tidak dapat dibaca, apalagi maksud tidak baik,” sebutnya.

Baca Juga:  Tanggapi Pernyataan Soal Demo 212, Waketum Gerindra Beri Saran ke Kapolri

Karena itu, Fahri yakin, PKS masih punya peluang untuk memenangkan Pemilu 2019, jika dipimpin oleh pemimpin yang baik. Bukan pemimpin yang angkuh dan tidak mengerti hukum. “Saya mohon maaf kepada kader PKS yang belum paham dan merasa terganggu. Percayalah bahwa niat saya baik. Saya ingin buktikan bahwa kader-kader adalah yang membesarkan partai. Karena itu jangan ada kezaliman kepada siapapun,” tuturnya.

Sebelumnya, Fahri memang sudah siap melaporkan Sohibul Iman ke Polisi atas tudingan pencemaran nama baik dan desakan mundur sebagai Wakil Ketua DPR RI. “Insya Allah, saya lagi siapkan berkas-berkasnya karena menurut saya pelanggaran UU yang dilakukan oleh Pimpinan PKS ini sudah agak fatal. Di situ ada persekongkolan, ada pemufakatan jahat, ada perbuatan tidak menyenangkan, ada fitnah, ada pemalsuan. Jadi semuanya sedang saya berkaskan,” tegasnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPR RI : Setya Novanto Minta Tak Dinonaktifkan

Perseteruan antara Fahri dan Sohibul muncul sejak Presiden PKS ini mempermasalahkan soal kursi Pimpinan DPR. Ia menganggap kursi Pimpinan DPR yang kini diduduki Fahri merupakan jatah PKS. Meski diterpa berbagai tudingan dari PKS, Fahri berhasil bertahan sebagai Anggota dan Wakil Ketua DPR. (kn-j09)

Related posts