December 15, 2017

Wakapolrestabes Medan Ketua Satgas Saber Pungli

Kapolrestabes Medan Kombes Pol H Mardiaz Kusin Dwihananto Sik bersama Walikota Medan Dzulmi Eldin, Dandim 02/01 BS Kol Inf Maulana Ridwan, Dandenpom I/5 Medan Mayor CPM David Medion SIP dan Kajari Medan Olopan Nainggolan SS MH.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol H Mardiaz Kusin Dwihananto Sik bersama Walikota Medan Dzulmi Eldin, Dandim 02/01 BS Kol Inf Maulana Ridwan, Dandenpom I/5 Medan Mayor CPM David Medion SIP dan Kajari Medan Olopan Nainggolan SS MH.

KarakterNews.com – Kapolrestabes Medan Kombes Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto Sik menuturkan, seluruh unsur FKPD sudah melakukan rapat koordinasi terkait pembentukan Satgas Saber Pungli Kota Medan.

“Kita lakukan pengukuhan dengan penanggungjawab Walikota Medan dibantu dengan seluruh unsur FKPD Kota Medan. Untuk Ketua Satgas Saber Pungli Kota Medan dijabat Wakapolrestabes Medan, sedangkan Wakil Ketua Kepala Inspektorat Kota Medan dan Kasi Intel kejari Kota Medan,” ungkap  Kombes Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto, sembari menambahkan Tim ini dibagi menjadi 4 kelompok kerja, yakni kelompok intelijen, kedua pencegahan, ketiga yustitisi dan keempat penindakan.

Hal ini dikemukakan Kapolrestabes Medan Kombes Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto, pada Apel Kebangsaan dan Peningkatan Keamanan serta Sinergitas FKPD Medan dalam Tindakan Saber Pungli di Lapangan Benteng Medan, Senin (1/11/2016), dihadiri Walikota Medan Dzulmi Eldin, Dandim 02/01 BS Kol Inf Maulana Ridwan, Dandenpom I/5 Medan Mayor CPM David Medion SIP, Kajari Medan Olopan Nainggolan SS MH, Ketua PN Medan Dr Herdi  Agusten SH MH, Kajari Belawan M Syarifuddin SH MH dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Tri Setyadi Artono.

Baca Juga:  'Terima Kasih Pak Mardiaz, Selamat Bertugas Kombes Sandi Nugroho'

Selanjutnya, kata Kapolrestabes Medan, langkah yang dilakukan tim selanjutnya untuk mengecek langsung apakah ada biaya tambahan yang dilakukan diluar yang telah ditetapkan sesuai aturan kepada masyarakat.

Untuk langkah awal, kita akan melakukan sosialisasi. Contohnya, pelayanan SIM, masyarakat hanya diwajibkan membayar penguruan SIM Rp120 ribu. Jika diminta melebihi itu, jangan dipercaya. Berarti itu ada calo yang mengambil kesempatan, begitu juga saat masyarakat melakukan pengurusan di instansi pelayanan publik lainnya di Kota Medan,” papar Kombes Polisi Mardiaz Kusin.

Setelah dilakukan sosialisasi, Kapolrestabes Medan Kombes Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto menegaskan tim akan melakukan pengecekan langsung ke instansi pelayanan publik yang bersangkutan. “Jika ditemukan ada pengutipan yang melebihi ketentuan berlaku, maka tim akan melakukan penindakan sesuai dengan peraturan hukum berlaku,” ujarnya. (kn-m08)

Related posts