Usai Diperiksa di Mako Brimob, Eks Anggota DPRD Sumut Keluar Dari Pintu Belakang

KarakterNews.com – MEDAN – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa belasan mantan Anggota DPRD Sumut periode 2009 -2014, yang diduga terlibat kasus suap dan gratifikasi APBD Provinsi Sumatera Utara dengan terpidana mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Senin (29/1/2018), di Mako Brimob Polda Sumatera Utara Jalan KH Wahid Hasyim.

Beberapa orang mantan Anggota Dewan Provinsi Sumut ini keluar dari pintu belakang dan areal parkir sepeda motor, untuk menghindari pertanyaan wartawan terkait pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK. Pemeriksaan 11 mantan Anggota DPRD Sumut ini berlangsung di Mako Brimob Polda Sumatera Utara, dimulai pukul 09.00 wib hingga pukul 12.00 wib siang di ruang tertutup dan tidak dibenarkan di liput awak media.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra Dan Istrinya Tersangka

Dari pantauan, sekitar pukul 08.00 wib, satu persatu mantan anggota DPRD Sumatera Utara tiba di Mako Brimob Polda Sumut untuk menjalani pmeriksaan tim penyidik KPK terkait dugaan kasus korupsi dan menerima suap gratifikasi APBD 2012-2015 dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Selama tiga jam di periksa KPK, sejumlah mantan anggota DPRD Sumut akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Para mantan anggota dewan yang menjalani pemeriksaan berusaha menghindari dan menolak dimintai keterangannya oleh awak media yang menunggu sejak pagi di halaman Mako Brimob Polda Sumut.

Seorang mantan anggota DPRD Sumut, Elezaro Duha dari Partai Hanura tertangkap wartawan keluar dari pintu belakang dan areal parkir motor Mako Brimob. Elezaro menolak memberikan keterangan terkait pemanggilan dirinya oleh penyidik KPK kepada pers. Kader Partai Hanura ini langsung masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan areal Brimob.

Baca Juga:  Kata Sutrisno Pangaribuan, Harusnya Polda Sumut 'Jemput Bola' Soal Korupsi Dispenda Provsu

Hal yang sama juga dilakukan Richard Edi Lingga dari Partai Golkar yang tidak memperdulikan pertanyaan awak media. Richard yang diduga menerima suap interplasi dari mantan Gubernur Sumut ini langsung masuk ke dalam mobilnya meski sejumlah wartawan mengetuk pintu mobilnya.

Penyidik KPK rencananya akan memeriksa dan memintai keterangan 46 Anggota DPRD dan mantan Anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 yang diduga terlibat menerima suap dari terpidana Gatot Pujo Nugroho dalam kasus suap APBD dan interfelasi selama sepekan dimulai Senin hingga Sabtu mendatang.

Sebelumnya, pihak KPK telah menahan 12 mantan anggota DPRD Sumut yang dipastikan menerima suap dan gratifikasi dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Penyidik KPK yang dilibatkan dalam pemeriksaan mantan anggota dewan Sumatera Utara enggan memberikan keterangan kepada wartawan. (kn-m07)

Related posts