Usaha Hiburan Ditemukan Beroperasi, Langsung Tutup dan Buat BAP

Tim Terpadu saat melakukan tindakan penertiban usaha hiburan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Dinas Pariwisata Kota Medan didukung SKPD terkait dan petugas dari Denpom  I/5 Medan, Kodim 0201/BS, TNI AU serta Polrestabes Medan melakukan penertiban di sejumlah lokasi tempat usaha hiburan, Selasa (6/6/2017) malam.

Dari sejumlah usaha hiburan yang didatangi, Dinas Pariwisata dan Tim Terpadu sempat mencurigai Freedom Club Medan (FCM) Jalan Kumango Medan dicurigai beroperasi. Namun, Dinas Pariwisata tidak bisa melakukan tindakan tegas, karena tidak menemukan seorang pengunjung yang tengah menikmati layanan tempat hiburan tersebut.

Tim terpadu hanya menemukan sejumlah gelas yang masih penuh berisi minuman beralkohol, beserta beberapa botol kosong maupun belum dibuka di atas meja dari salah satu ruangan di lantai dua. Dari keterangan seorang pria yang mengaku penanggung jawab FCM, bersikukuh keras bahwa minuman itu bukan milik pengunjung.

“Ini bukan minuman pengunjung, tapi minuman kami. Tadi kami baru saja mau minum bersama dengan beberapa karyawan di sini sebagai bentuk rasa kebersamaan, tapi berhubung tim datang, minuman ini tidak sempat diminum,” ujar penanggung jawab FCM tersebut.

Selain FCM, Tim Terpadu selanjutnya ke kawasan Jalan Nibung Raya, tempat usaha hiburan seperti diskotek, pub, karaoke maupun night club yang ada di lokasi itu tidak satu pun yang ditemui beroperasi. Pemantauan kemudian diteruskan di Jalan Biduk yang banyak berdiri panti pijat, refleksi maupun spa. The King Star Spa, salah satu tempat yang sempat dicurigai beroperasi ternyata tutup.

Begitu juga ketika melakukan pemantauan di New Iguana yang berlokasi di lantai lima, salah satu plaza di kawasan Jalan Iskandar Muda, terlihat pintu masuk tempat hiburan malam itu tertutup dan tergembok dari luar.

Setelah itu, penertiban diteruskan di kawasan Jalan Dr Mansyur, Jalan Abdullah Lubis, Jalan Nguman Surbakti dan Jalan Jamin Ginting yang banyak berdiri kafe menyajikan live music. Namun, tidak satu pun diantara kafe yang ditemukan menampilkan live music.

Sebelum melakukan penertiban, Plt Kadis Pariwisata Kota Medan, Budi Hariono SSTP MAP dalam arahannya, meminta kepada Tim Terpadu untuk melakukan tindakan tegas terhadap tempat usaha hiburan yang terbukti beroperasi di bulan suci Ramadhan.

“Jika ada tempat usaha hiburan yang ditemukan beroperasi,  langsung ditutup dan buat BAP. Sebab, tindakan  itu melanggar Surat Edaran Wali Kota Medan No.503/5067 tanggal 15 Mei 2017. Dalam surat edaran  sudah jelas isinya, seluruh tempat usaha hiburan dan rekreasi harus tutup selama bulan Ramadhan,” tegas Budi Hariono, didampingi Kabid ODTW, Lilik SH. (kn-m09)

Related posts