September 22, 2018

Tujuh Dokter Dibui 1 Bulan Penjara

Sekjen Kenya Medical Practitioners and Dentists Unions (KPMDU) dokter Ouma Oluga, Samuel Oroko dan Allan Ochanji diboyong dengan tangan terborgol. (foto-afp).

KarakterNews.com – NAIROBI – Tujuh dokter pengurus serikat pekerja kedokteran di Kenya, divonis hukuman penjara selama satu bulan oleh Hakim Pengadilan Nairobi.

Informasi diperoleh dari AP, pada Senin (13/2/2017), vonis itu dijatuhkan menyusul belum berakhirnya aksi mogok oleh ribuan dokter di rumah sakit-rumah sakit pemerintah sejak dua bulan terakhir. Aksi mogok ini telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia, karena tak bisa mendapat penanganan medis yang memadai.

Hakim di Pengadilan Nairobi, Hellen Wasilwa menegaskan, dirinya tak bisa lagi menunda keputusan itu, seperti dilakukan sebelumnya, saat meminta para dokter untuk menyerukan penghentian aksi.

Selain itu, AFP juga menjelaskan, tiga di antara tujuh pejabat serikat pekerja yang dibui adalah, Sekjen Kenya Medical Practitioners and Dentists Union’s (KPMDU) dokter Ouma Oluga, serta dua chairman KPMDU, dokter Samuel Oroko, dan dokter Allan Ochanji. Tercatat, setidaknya 5.000 dokter terlibat aksi mogok di negeri tersebut.

Mereka menuntut pembayaran upah yang lebih baik, dan menggugat buruknya kebijakan negara untuk kesehatan warga di negara itu. “Pengadilan ini menolak untuk meninjau ulang keputusannya untuk menjatuhkan hukuman satu bulan penjara. Anda bisa mulai menjalani masa hukuman sekarang,” kata hakim perempuan itu.

Terkait aksi mogok itu, para dokter menginginkan agar pemerintah menerapkan kebijakan peningkatan upah seperti yang telah disepakati pada tahun 2013. Dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa upah para dokter akan dinaikkan sebesar 180 persen.

Saat ini, para dokter menerima gaji pokok sebesar 400-850 dollar AS per bulan atau kira-kira Rp 6-14 juta. Pemogokan ini telah menyebabkan kelumpuhan nyaris total di sektor kesehatan di Kenya. Banyak orang diyakini tewas karena kurangnya layanan medis saat darurat.

Diawal bulan Desember, Presiden Uhuru Kenyatta telah mengatakan, setidaknya 20 orang tewas sebagai dampak dari aksi mogok ini. Pihaknya sudah dua kali menyerukan agar para dokter kembali bekerja.

Dalam kesempatan pertama, Presiden Uhuru Kenyatta mencoba menyentuh sisi kemanusiaan para dokter, dengan menguraikan dampak dari aksi mogok tersebut. Kemudian, dalam kesempatan berikutnya, juga ditawarkan kenaikan upah sebagian dari apa yang telah tertuang dalam kesepahaman tahun 2013.

Serikat pekerja dokter di Kenya, yang terdiri dokter, dokter gigi, dan apoteker, tetap menolak kedua tawaran itu. Mereka malah mendesak, pemerintah untuk membayar kenaikan upah secara penuh sesuai kesepakatan tiga tahun lalu.

Ditahun 2012, para dokter di Kenya juga melakukan aksi mogok terkait buruknya layanan kesehatan di negeri itu. Ruang gawat darurat di RS umum di Kenya kerap tak dilengkapi dengan sarung tangan karet dan obat-obatan yang memadai. Belum lagi, lampu yang kerap padam memaksa para dokter menggunakan lampu ponsel saat sedang melakukan operasi. (kps.c/kn-m08)

Related posts