September 22, 2018

Trimedya Panjaitan : Saat ini Djarot-Sihar Unggul, Bisa Kalah Kalau Dicurangi

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Anggota Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan menegaskan, Tim internal partai pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, PDI Perjuangan dan PPP menemukan dugaan kecurangan yang ditujukan untuk menggembosi popularitas dan elektabilitas Djarot-Sihar.

Trimedya Panjaitan mengatakan, mesin partai dan seluruh masyarakat pendukung Djarot-Sihar akan mengawasi seluruh proses dari pemberian undangan memilih hingga penetapan pemenang Pilkada Sumut nanti.”Saat ini Djarot-Sihar unggul, dan hanya bisa kalah kalau dicurangi,” tegasnya.

Pernyataan Politisi PDI Perjuangan ini menanggapi pelaksanaan debat terakhir pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, di Medan, pada Selasa (19/6/2018) malam, yang menyisakan permasalahan. Pasalnya, suara dari mikrofon pasangan Cagub-Cawagub Sumut nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, tidak terdengar jelas pada dua sesi debat tersebut.

Baca Juga:  Warga Belum Dapat e-KTP, Cagubsu Djarot Bagikan 1176 Suket
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, saat tampil pada debat ketiga. (ist)

Trimedya Panjaitan, yang menyaksikan langsung debat Cagub-Cawagub Sumut di Hotel Santika, Medan, menyampaikan, dia langsung melontarkan protes kepada Ketua KPUD Sumatera Utara saat suara dari mikrofon Djarot-Sihar tidak terdengar jelas. Anggota Komisi III DPR ini mengaku mengetahui ada masalah pada mikrofon Djarot-Sihar, berdasarkan laporan masyarakat yang menonton bareng acara debat dari televisi.

“Kami protes kepada Ketua KPUD dan dua stasiun televisi yang menayangkan. Ada apa ini, siapa yang bermain? Jangan sampai pilkada yang tinggal sepekan lagi, jadi cacat gara-gara masalah mikrofon,” kata Trimedya, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (20/6/2018) siang.

Sekedar diketahui, gangguan pada mikrofon Djarot terjadi pada sesi pertama debat yang mengambil tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia. Saat akan menyampaikan visi dan misinya, suara Djarot tidak terdengar jelas dari siaran di televisi. Adapun mikrofon Sihar mengalami gangguan pada sesi kedua, suaranya terganggu dan ucapannya nyaris tidak jelas alias sulit dipahami. “Kami menduga ini ada unsur kecurangan, sabotase,” ujarnya.

Baca Juga:  Cagubsu Djarot : Pasangan Nomor Urut 2 Bertekad Bangun Sumatera Utara

Anggota DPR RI ini menyampaikan, setelah debat sesi kedua, Ketua KPUD Sumut menggelar rapat bersama perwakilan dua stasiun televisi yang menyiarkan langsung dan perwakilan dua pasangan Cagub-Cawagub Sumut. Hasil rapat itu disepakati, satu dari dua mikrofon yang digunakan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah diberikan kepada pasangan Djarot-Sihar.

“Saya bilang enggak mau terjadi lagi masalah di sesi ketiga. Harus dipastikan. Akhirnya mikrofon pasangan satu dibagi dua, setelah itu debat baru lancar suaranya jelas,” ungkap Trimedya.(bcl comm/kn-m07)

Related posts