September 24, 2018

Tragedi Berdarah di Kapal Wira Glory, Masinis dan 2 Penumpang Dibunuh, Pelakunya Bunuh Diri

Para korban sedang dievakuasi petugas dari atas kapal ke RS FL Tobing Sibolga berikut korban yang masih kritis.(ist).

KarakterNews.com – TAPANULI TENGAH – Ratusan penumpang Kapal Wira Glory milik PT Wira Jaya Logitama Line, yang sedang berlayar di tengah laut di dekat Pulau Mursala, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), pada Rabu (20/12/2017) dini hari, dihebohkan dengan peristiwa pembunuhan.

Dalam peristiwa berdarah itu, tiga orang tewas mengenaskan, yakni dua orang penumpang dan satu orang masinis kapal, sementara seorang lagi masih kritis. Belum diketahui apa motif pembantaian, sebab pelaku yang belum diketahui identitasnya, diduga bunuh diri setelah membunuh korbannya.

Dari informasi dihimpun, Demajaatulo Laia (usia 56 tahun), seorang petani warga Desa Ilihoru Dua, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, tewas dengan luka di bagian leher dan tangan.

Baca Juga:  Kepedulian Tragedi Mako Brimob, Tagar #KamiBersamaPOLRI

Sementara korban lainnya bernama Anugrah Waozatullo Zebua (25), Masinis II Kapal Wira Glory, warga Gunung Sitoli, mengalami luka tusukan pada dada kanan sebelah atas dan Peringatan Nduru (25) seorang petani asal Botohili Kecamatan Lahusa, Nias Selatan tewas akibat luka parah pada leher sebelah kanan dan luka sobek pada jari jempol kaki kanan. Sedangkan korban yang mengalami luka berat bernama Odalige Harefa (50), warga Desa Limba Barora, Gunung Sitoli Utara, dirawat di RS FL Tobing, Sibolga.

Terkait kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengemukakan, peristiwa pembunuhan itu diketahui saat kapal yang berlayar dari Pelabuhan Pelindo Sibolga telah memasuki perairan Pulau Mursala yang berjarak sekira 20 mil dari pelabuhan.

Baca Juga:  Kepedulian Tragedi Mako Brimob, Tagar #KamiBersamaPOLRI

Ketika itu, sekitar pukul 00.30 WIB, Sertu Robert, personel Kepolisian yang berada di Kapal, didatangi beberapa orang yang melaporkan peristiwa pembunuhan persisnya di dek 1 bagian belakang kapal. Kemudian Sertu Robert mendatangi lokasi tersebut, dan berusaha membujuk serta menenangkan pelaku agar meletakkan pisau dan besi yang ada di tangannya. Namun, terduga pelaku malah berusaha menyerang Sertu Robert.

Keributan sempat terjadi karena terduga pelaku akan menyerang Robert. Namun, terduga pelaku malah menghujami tubuhnya dengan pisau yang dimiliki hingga tewas dilokasi kejadian, dan pisau yang dipegang terduga pelaku jatuh ke laut,” ungkap Kombes Rina Sari Ginting.

Kombes Rina mengatakan, motif pembunuhan hingga kini masih diselidiki. Terkait isu bahwa pembunuhan terjadi karena perebutan tempat duduk, juru bicara Poldasu ini menjelaskan, kasusnya masih dalam penyelidikan.”Kita belum tahu motif peristiwa itu, sebab pelaku dan korbannya sudah meninggal sementara seorang korban kritis belum dapat dimintai keterangan. Kita tunggu setelah korban kritis bisa dimintai keterangan,” ujarnya. (kn-m07)

Related posts