Tipikor Polda Sumut Periksa Ka UPT Disdik Medan Labuhan dan 11 Saksi

Ilustrasi pungutan liar.

KarakterNews.com – MEDAN – Tipikor Polda Sumut memeriksa Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Medan Labuhan Dra Hj Minda Triana, terkait  kasus dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan dengan tersangka Bendahara UPT Disdik Medan Labuhan, Armaini, Rabu (18/1/2017).

Terkait  pemeriksaan itu dikonfirmasi, Kasubdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Dedi Kurnia membenarkan. “Penyidik sudah memeriksa lima orang, termasuk tersangka dan dua korban yang merupakan Guru SDN 060950 di Medan Labuhan.

“Hari Rabu ini, kita sudah meminta keterangan enam saksi dari pihak UPT. Termasuk Ka UPT yang datang memberikan keterangan. Saat ini, sudah 11 orang diperiksa, sebelumnya sudah lima orang termasuk tersangka dan para korban maupun saksi lainnya,” sebut AKBP Dedi Kurnia, seraya menjelaskan berkaitan kasus ini penyidik masih berupaya mengumpulkan alat bukti lain, untuk menjerat tersangka lain.

Baca Juga:  Anak Buah Kena OTT, Kabid Pelayanan dan Perizinan DPM PPTSP Pemprov Sumut Tak Masuk

Disebutkan Dedi Kurnia, tersangka Armaini sudah terbukti menjalankan praktik pungli, sedang dalam tahap pemberkasan untuk dilimpahkan ke proses hukum selanjutnya. “Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti lain, guna memastikan dugaan tersangka lain yang terlibat,” ungkapnya.

Terhadap keenam terperiksa, kata AKBP Dedi Kurnia, bisa saja statusnya ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka. “Harus ada bukti lain yang kuat sebagai pendukung, bukan hanya dari hasil keterangan tersangka, jelasnya penyidik masih terus mendalami kasus ini, keterangan masih terus dikumpulkan dari pihak-pihak yang memungkinkan terlibat,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, personel Timsus Saber Pungli Ditreskrimum Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjabat Bendahara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Medan, Kecamatan Medan Labuhan. Tersangka ditangkap petugas bersama barang bukti uang tunai senilai Rp 8,5 juta, diduga kuat hasil praktik pungli dari kredit pinjaman sejumlah guru dan staf .(kn-m07).

Related posts