Terlibat Kasus Penipuan, Polda Sumut Tahan Mantan Bupati Tapteng

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung, dijebloskan ke dalam tahanan, setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam di Subdit II/Harda-Bangtah, Ditreskrimum Polda Sumut, pada Senin (25/6/2018).

“Tersangka Sukran Jamilan Tanjung sudah ditahan, usai diperiksa oleh penyidik Harda-Tahbang,” kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Sik pada wartawan, Selasa (26/6/2018).

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan, anggotanya tengah memeriksa mantan Bupati Tapteng itu. “Yang bersangkutan datang untuk diperiksa dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” ujarnya, Senin (25/6/2018) siang.

Namun, Kombes Andi Rian belum bisa memastikan apakah tersangka penipuan tersebut dilakukan penahanan karena masih menjalani proses pemeriksaan. “Sukran Jamilan Tanjung masih diperiksa hingga saat ini. Setelah diperiksa nantinya, kita akan lakukan gelar perkara, untuk menentukan apakah yang bersangkutan ditahan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga:  Sutrisno : Polda Sumut Jangan Ragu Proses Hukum Perusak Hutan di Tapsel

Namun, Andi tidak menampik kemungkinan mantan Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung bisa dilakukan penahanan. Apalagi, yang bersangkutan terkesan tidak kooperatif, sebab sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik dalam status sebagai tersangka. Untuk penahanan bisa saja, tapi itu kewenangan penyidik. Kita tunggulah hasil pemeriksaan,” ungkap mantan Kapolres Tebing Tinggi ini.

Diketahui sebelumnya, pihak penyidik sudah dua kali melakukan panggilan sebagai tersangka terhadap Sukran dan Amirsyah Tanjung, pada Jumat (8/6/2018) lalu. Namun yang bersangkutan mangkir dengan berbagai alasan. Kemudian, panggilan kedua kepadanya sudah dilakukan kemarin. Namun tersangka juga tidak hadir,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, MP Nainggolan, pada wartawan, Selasa (12/6/2018) lalu.

Baca Juga:  Tujuh Pelaku Penggelapan CPO Diamankan Polda Sumut

Namun, MP Nainggolan mengakui, dalam surat panggilan kedua itu, Sukran mengirimkan surat keberatan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Polda Sumut. Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut telah mengajukan pencekalan terhadap mantan Bupati Tapteng ini ke pihak Imigrasi. Pencekalannya dilakukan, agar tersangka Sukran Jamilan Tanjung tidak bisa melarikan diri.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, mantan Bupati Tapteng ini dilaporkan oleh Joshua Marudutua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/ SPKT III. Dalam kasus ini, terlapor dua orang yakni, Amirsyah Tanjung dan Sukran Jamilan Tanjung. Korban dan terlapor pernah bertemu membahas soal pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp 5 miliar.

Baca Juga:  Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor Dilaporkan Pengusaha Cafe ke Polda Sumut

“Sukran yang menjabat sebagai Bupati, memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi. Uang yang diminta Sukran Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar Rp 450 juta, dengan harapan akan diberikan sejumlah proyek, satu diantaranya proyek pembangunan konstruksi. Namun, proyek tersebut tidak terealisasi. (kn-m07).

Related posts