Terjadi Baku Tembak, 2 Penculik Pejabat Aceh Tewas & Dua Buron

tembak_resizeKarakternews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memastikan dua orang pelaku penculikan Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Aceh, Kamal Bahri (40), meregang nyawa ditembak di Keude Geureugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireun, yakni Barmawi (40) dan Ismuharuddin (35) penduduk asal Nisam Antara, Aceh Utara. Polisi juga menduga dua pelaku lainnya masih buron.

Selain itu, Polisi juga menyita barang bukti dari para pelaku, antara lain satu pucuk senjata api (senpi) SS1, tujuh buah magazen SS1, satu pucuk senpi jenis FN, satu buah magazen, uang dengan nilai Rp 700 juta dan satu buah HP Blackberry.

“Pelaku penculikan tewas dalam baku tembak dengan Polisi yang terjadi sekitar 15 menit, dan juga berhasil mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza milik pelaku serta uang tebusan penculikan yang diserahkan keluarga korban kepada pelaku senilai Rp 700 juta,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Nurfallah kepada Okezone.com, Senin (1/2/2016).

Baca Juga:  Door.. Door, Polisi versus Bandar Narkoba, Rico 'Tergeletak'

Dikatakan Kombes Nurfallah, sebelum tewas dalam baku tembak dengan polisi, pelaku penculikan sempat meminta uang tebusan kepada keluarga korban sebesar Rp 3 miliar agar Kamal Bahri dibebaskan. “Pelaku minta uang tebusan kepada keluarga korban Rp 3 miliar, akhirnya terjadi tawar menawar sehingga disetujui uang tebusan Rp 700 juta,” ungkapnya.

Permintaan itu, kata Nurfallah, disampaikan pelaku melalui telepon kepada keluarga Kamal, setelah korban disekap di pedalaman Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, bila uang tebusan tidak dipenuhi, maka pejabat di lingkungan Kantor Gubernur Aceh itu tidak akan dibebaskan.

Saat menjawab pertanyaan awak media, dipaparkan Disreskrimum Polda Aceh, Kombes Nurfalah, bahwa kedua pelaku yang buron itu adalah rekan dari Barmawi dan Ismuhardi yang tewas ditembak polisi, usai mengambil uang tebusan dari keluarga korban sebesar Rp 700 juta. “Saat kejadian baku tembak, yang ada Barmawi dan Ismuhardi, sementara dua orang lagi tidak ikut, makanya sekarang masih kita buru,” ujarnya.

Baca Juga:  Polisi vs Perampok Baku Tembak Di Kabupaten Paluta, Satu Kena 'Timah Panas'

Kombes Nurfalah mengkisahkan, Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Aceh, Kamal Bahri diculik oleh empat pria bersenjata, ketika pulang dari kantornya di Banda Aceh, pada Kamis 28 Januari 2016 malam. Ke-empat pelaku memepet mobil korban, lalu menyandera pejabat Kantor Gubernur Aceh itu di pedalaman Nisam, Aceh Utara.

Selanjutnya, pelaku penculikan meminta uang tebusan sebesar Rp 3 miliar kepada keluarga korban, tapi setelah negosiasi disepakati pembayaran sebesar Rp 700 juta, lalu kedua pihak sepakat bertemu di Geureugok. Karena ada kesepakatan, keluarga korban berangkat dari Banda Aceh dengan membawa uang, sebaliknya dua pelaku bersenjata membawa korban dari Nisam.

Setelah uang tebusan berpindah tangan, pelaku menyerahkan Kamal Bahri kepada keluarganya. Namun, saat hendak membawa kabur uang tebusan, Tim Polda Aceh melakukan penyergapan. Begitu mengetahui disergap, kedua pelaku melawan dengan melepaskan tembakan, terjadi baku tembak yang menyebabkan seorang pelaku tewas di tempat, dan seorang lagi merenggang nyawa saat dilarikan ke RSU Cut Meutia, Lhokseumawe, dan jenazah keduanya berada di RSU tersebut,” ungkap Nurfallah.(oz.c/kn-m07)

Related posts