September 25, 2018

Terduga Penipuan Mobil Rental, Nova Zein Diamankan Polda Sumut

Ilustrasi.

KarakterNews.com – MEDAN – Penyidik Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu mengamankan pemilik Yayasan Sumatera Women Foundation (YSWF), Nova Zein dari rumahnya, Kamis (8/2/2018) malam.

Wanita yang mengaku perwakilan kesetaraan gender atau UW PBB ini, diduga melakukan penipuan dan penggelapan seratusan mobil dengan modus rental atau kontrak.

Kapolda Sumut, Irjen Polisi Drs Paulus Waterpauw kepada wartawan membenarkan seorang yang mengaku pemilik Yayasan Sumatera Women Foundation diamankan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil.

“Iya benar, ada seorang wanita berinisial NZ diamankan Polisi, saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik. Korban-korbannya banyak juga,” ungkap Irjen Paulus Waterpauw, kepada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Petugas Penyidik, kata Kapolda Sumut, masih melakukan pengembangan adanya dugaan keterlibatan orang lain. Penyidik juga masih mencari mobil-mobil yang dituduhkan para pelapor yang diduga digelapkan wanita NZ.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menuturkan, penyidik Polda Sumut masih mendalami kasus tersebut, karena diduga kejahatan NZ (Nova Zein) merupakan sindikat penggelapan mobil rental antar Provinsi.

Sebelumnya diketahui, pengusaha Yayasan Sumatera Women Foundation, Nova Zein dilaporkan korbannya, A Subrata, warga Jalan Karya Budi Lingkungan VII, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor bersama beberapa warga mengaku menjadi korban dari Nova Zein.

Ternyata, setelah pengaduan itu muncul dimedia, korban-korban lainnya ikut membuat pengaduan ke Polda Sumut dan hingga Kamis (8/2/2018) sudah 18 korban yang diperiksa Polda Sumut, antara lain A.Subrata, Agus Hakim, Reza dan lain-lain.

Modus operandi dugaan penipuan dilakukan Nova Zein warga Jalan Eka Karya Wisata, Gang Eka Handayani dengan merental mobil para korban untuk keperluan proyek Yayasan Sumatera Woman Foundation UW PBB. Perjanjian rental/kontrak mobil dilakukan dihadapan notaris Chairunisa Julianti, SH,Mkn beralamat di Jl Brigjen Katamso Medan.

Dalam surat perjanjian rental itu, masing-masing mobil akan digunakan sebagai operasional di beberapa daerah dikawasan Sumatera. Harga kontrak bervariasi sesuai kurs mata uang dolar, antara lain sebesar US$ 1.124 (Rp 13.700.000) perbulan dan mobil-mobil itu ada yang dikontrak perbulan sampai tahunan. Kontrak perjanjian semua korban dibuat dihadapan notaries Chairunisa Julianti,” papar Kuasa Hukum para korban, Julheri Sinaga.

Dikatakan Julheri Sinaga, ada beberapa poin dalam surat perjanjian di akte notaris Chairunisa Julianti yang membuat para pemilik mobil tergiur untuk mengontrakkan mobilnya ke Yayasan Sumatera Women Foundation, antara lain, Nova Zein mengaku kalau Sumatera Women Foundation adalah organisasi dibawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), yang tugasnya memberikan bantuan dan kegiatan-kegiatan khususnya untuk kesetaraan gender di wilayah Sumatera.

Selanjutnya, praktisi hukum ini menjelaskan, dalam akte notaris itu disebutkan, bilamana nilai tukar dolar naik, harga kontrak mobil akan disesuaikan, tapi bila nilai tukar dolar turun, bahwa sewa mobil tetap sesuai perjanjian. Kemudian disebutkan pula, bilamana pihak Yayasan terlambat mengembalikan mobil, maka akan denda sebesar Rp 388.000 perhari.

Namun belakangan, ketika akan memperpanjang kontrak mobil, Nova Zein memberikan alasan macam-macam. Ada yang disebutkan kepada korbannya bahwa mobil hilang dan ada juga yang diperpanjang kontraknya dengan pembayaran berbentuk giro. Namun, saat cek giro akan dicairkan ke bank, ternyata kosong.

Secara terpisah, korban A Subrata mengaku, wanita itu telah menggelapkan mobilnya jenis Mitsubshi Pajero Sport BK 1505 EL dan Toyota Fortuner BK 401 W. “Kedua mobil itu disewa dengan waktu yang berbeda.

“Pajero disewa pada 6 Juli 2017 dan Fortuner disewa pada 26 Juli 2017 silam. Si Nova itu menyewa sebulan untuk setiap mobilnya,” beber Subrata kepada wartawan, kemudian pada Minggu (4/2/2018) A Subrata melaporkan Nova Zein ke Polda Sumut dengan nomor LP/77/I/2018 SPKT ‘II’ tanggal 26 Januari 2018.

Sedangkan korban lainnya, Reza mendatangi rumah Nova Zein untuk meminta mobilnya yang dijanjikan akan dikembalikan pada Senin (22/1/2018). Korban lainnya, Agus Hakim mengaku mobilnya dikontrak pemilik Yayasan Sumatera Woman Foundation, Nova Zein sejak Oktober 2017 seharga US$ 1.124.

Dalam perjanjian diatas notaris Chairunisa Julianti, bahwa kontrak mobil akan diperpanjang tanggal 20 setiap bulan. Namun, ketika akan meminta perpanjangan kontrak, Nova Zein memberikan giro kosong dan sejak itu mobil tidak dikembalikan. (kn-m07)

Related posts