November 23, 2017

Telusuri “Panama Papers”, Negara Anggota OECD Kumpul Di Paris, 13 April

Ilustrasi
Ilustrasi

Karakternews.com – Untuk menyusun strategis menelusuri “Panama Papers”, sejumlah petugas pajak dari negara-negara Anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) akan berkumpul di Paris, pada hari Rabu, 13 April 2016 mendatang.

Pertemuan petugas pajak dari Negara Anggota OECD itu, diinisiasi jaringan Joint International Tax Shelter Information and Collaboration (JITSIC), yang akan dihadiri petugas pajak senior dari seluruh dunia. Berdasarkan keterangan resmi OECD yang dikutip Sabtu (9/4/2016) yang dilansir bisnis.com, disebutkan bahwa pertemuan di Paris akan mengeksplorasi peluang kerjasama dan pertukaran informasi, identifikasi risiko kepatuhan pajak, dan kesepakatan untuk melakukan aksi kolaborasi atas tanggapan terhadap “Panama Papers”.

Terbongkarnya persoalan Panama Papers yang membeberkan informasi, terdiri dari 11 juta dokumen terkait 210.000 Perusahaan di 21 Yurisdiksi Offshore, dimana setiap transaksi menyangkut yurisdiksi yang berbeda dan melibatkan sejumlah individu dan entitas.

Selain itu, pertemuan yang akan dilaksanakan OECD tersebut, juga menghadirkan petugas pajak dari seluruh dunia merupakan kesempatan pertama untuk melakukan aksi atas terungkapnya informasi Panama Papers. Sebagai jaringan administrator pajak, JITSIC berkomitmen untuk bertukar intelligence dan bekerja bersama mengatasi musuh bersama yakni para pengemplang pajak.

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pemerintah sudah memegang data sebelum kemunculan Panama Papers, yang meyakini keterbukaan informasi perbankan berlaku secara efektif pada tahun 2017-2018 akan berdampak positif bagi negara.

“Sebelum Dokumen Panama terkuak, pemerintah telah memiliki satu bendel nama-nama orang kaya yang menyembunyikan harta tanpa membayar pajak. Saya sudah punya satu bendel nama. Bapak menyimpan di Swiss, saya tahu, Bapak menyimpan di Singapura, saya tahu. Begitu terbuka dunia ini, tapi nanti 2017-2018 akan dibuka total,” ujar Jokowi dalam Rapat Kerja bersama Kepala Daerah seluruh Indonesia, Jumat (8/4/2016).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi membeberkan, rezim Automatic Exchange of Information (AEoI) yang dilancarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memberi keuntungan terbukanya seluruh data wajib pajak. “Jelasnya, tunggu saja, sebentar lagi ada buka-bukaan soal perbankan, Tahun 2017-2018 simpanan siapapun di bank akan dibuka total, meski sudah keduluan Panama Papers,” paparnya. (bnis.c/kn-m08)

Related posts