December 18, 2017

Target Nomor Satu, Kopi Indonesia Dikenal di Eropa dan Amerika

Ilustrasi biji kopi Indonesia. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya mengembangkan kopi dan rempah-rempah, sehingga berbagai program dilakukan dalam pengembangan perbibitan kopi, peningkatan produktivitas, manajemen usaha tani, pengolahan dan pemasaran untuk meraih target menjadi nomor satu di dunia.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menuturkan, saat ini posisi kopi Indonesia berada di peringkat empat dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. “Indonesia sangat berpotensi menjadi produsen kopi terbesar dunia,” sebutnya, melalui siaran resmi yang diterima, Minggu (24/9/2017).

Mentan optimistis untuk meraih gelar sebagai produsen terbesar dunia itu, mengingat Indonesia negara tropis dengan wilayah pegunungan yang membentang dari ujung pulau Sumatera hingga ke Papua dinilai potensial untuk kopi.

Berdasarkan data FAO, luas areal kopi Brasil hampir dua juta hektare dengan produktivitas 1,4 ton per hektare. Sementara luas areal kopi di Vietnam 589 ribu hektare dengan produktivitas 2,3 ton per hektare dan Kolombia seluas 795 ribu hektare dengan produktivitas 0,9 ton per hektare. Sedangkan kopi Indonesia seluas 1,23 juta hektare di antaranya 1,19 juta hektare milik perkebunan rakyat dengan produktivitas 0,6 ton per hektare.

Mutu kopi Indonesia, kata Amran Sulaiman, belum stabil sehingga ekspor saat ini didominasi sekitar 99 persen dalam bentuk kopi biji atau berasan (Coffee excluding roasted and decaffeinated). Sedangkan negara lainya sudah mengekspor kopi olahan.

Kopi khusus Indonesia sudah dikenal di Eropa dan Amerika, bahkan menjadi tren dunia. Kopi sosial Indonesia antara lain kopi Gayo, kopi Mandailing, kopi Lampung, kopi Bajawa, kopi Toraja dan kopi lembah Baliem. Saat ini, ada 14 jenis kopi Indonesia yang sudah mendapat sertifikat Geographical Indications sehingga memiliki keunikan yang bisa menjadi nilai tambah perdagangan, kata Mentan Amran Sulaiman.

“Kita berharap, agar tahun depan kopi Indonesia menjadi nomor dua di dunia. Caranya adalah dengan meningkatkan mutu dan produktivitas menjadi satu ton per hektare. “Tahun berikutnya ditingkatkan lagi sehingga menjadi nomor satu dunia,” pungkas Amran Sulaiman. (rel/kn-m10)

Related posts