December 15, 2017

Tanggapi Pernyataan Soal Demo 212, Waketum Gerindra Beri Saran ke Kapolri

Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR RI.
Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI.

KarakterNews.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian, supaya membuat pernyataan terukur terkait agenda isu makar dalam aksi demo 2 Desember 2016 atau dikenal dengan istilah “Demo 212”, yang disinyalir oleh Kapolri.

“Kita belum mendapat informasi mengenai demo lanjutan yang berpotensi makar. Jadi, harus terukurlah pernyataan itu. Jangan belum-belum sudah dibilang mau makar. Zaman sudah berubah, kadang-kadang kalau orang punya keyakinan dan turun dengan keyakinan itu tidak bisa ditakut-takuti. Malah nantinya, orang akan radikal,” ungkap Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR, Senin (21/11/2016) di Gedung DPR/MPR RI.

Karena itu, Fadli Zon menyarankan Jenderal Tito Karnavian untuk mendalami dan mengkroscek informasi yang diterima dari intelijen. “Jangan informasi yang masih mentah diungkap, dihayati, didalami, dikroscek kalau perlu dicegah, jika ada konstitusional. Saya kira tidak perlu diajari. Jangan mengaku-ngaku membuat orang terprovokasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Aksi 4 Nopember Bukan Kudeta Presiden, Tapi Gerakan Massa

Menanggapi demo 2 Desember nanti, Fadli Zon mengakui, pihaknya juga dikabarkan bahwa
gedung DPR akan diduduki oleh demonstran. Namun pimpinan DPR ini mengaku belum mendengar informasi tersebut. “Saya tidak tahu info dari mana, di Gedung DPR semua mekanisme yang kita lakukan konstitusional. Pernyataan terukur jangan membuat spekulasi kegentingan baru,” ungkapnya.

Dikatakan Politisi Partai Gerindra ini, pihaknya tidak khawatir dengan wacana demo lanjutan yang akan
menduduki gedung DPR itu. Karena ada mekanisme yang harus dipenuhi pendemo, jika ingin menyampaikan aspirasinya di DPR. “Saya kira aman-aman saja, enggak perlu khawatir,” sebut Fadli, sembari mengingatkan hak menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi.

Sebelumnya diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan jajarannya bersama Polri siap menghadapi upaya makar yang diduga disusupkan dalam aksi 2 Desember, sehingga prajurit TNI sudah disiagakan untuk membendung upaya-upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Baca Juga:  Kata Wakil Ketua DPR : Kunjungan Raja Salman, Peristiwa Diplomatik Kedua Negara

“Saya sudah menyiapkan para Pangkotama (Panglima Komando Utama) menyiapkan prajurit untuk dilatih, disiapkan yang sehat. Untuk diketahui masyarakat NKRI, bahwa prajurit TNI sejak dia masuk, dididik, disumpah. Para prajurit saya sudah memenuhi syarat-syarat dari agama apa pun yang
dianut untuk melakukan jihad, prajurit saya bukan penakut,” tegas Jenderal Gatot.

Hal yang sama juga diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, bahwa aksi pada 12 Desember (212) terindikasi mempunyai tujuan terselubung. Aksi ini diduga ingin berupaya menjatuhkan pemerintah atau makar. Ada agenda-agenda gelap terkait yang lain dalam rangka untuk menjatuhkan pemerintah.

Kalau masih terjadi demo, apalagi menutup jalan. Polri yakin masyarakat semua cerdas dan Polri dapat informasi ini bukan lagi pada proses hukum Ahok lagi, tapi melainkan ada agenda politik lain yaitu melakukan makar. “Polri mendapat informasi bahwa ada “penyusup” di balik aksi demo tersebut dan akan menduduki gedung DPR. Kalau itu bermaksud untuk menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, termasuk pasal makar,” kata Jenderal Tito Karnavian. (kn-j08)

Related posts