February 24, 2018

Tahun 2017, Tiga Kali Polri Kalah Prapid di PN Medan

Hakim Tunggal Erintuah Damanik,SH saat membacakan putusan permohonan Praperadilan yang diajukan Siwaji Raja.

KarakterNews.com – MEDAN – Kurun waktu dua pekan, terhitung pertengahan Maret 2017, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), sudah tiga kali kalah sidang Pra Peradilan (Prapid) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, masing-masing Polda Sumut dua kali dan Polrestabes Medan satu kali.

Untuk Prapid pertama, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan mengabulkan seluruh gugatan Sulaiman Chow (46) warga Jalan Mustang, Komplek The Palace Residence Blok A, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia atas tindakan ketidak professional penyidik Polda Sumut yang menjadikan dirinya sebagai tersangka dalam kasus menggunakan surat palsu.

Dalam sidang putusan gugatan Prapid Sulaiman No : 16/Pid.Pra/2017/PN Medan, di ruang Kartika PN Medan yang dipimpin hakim tunggal Didiek Setyo Handono SH MH, pada Kamis (9/3/2017) lalu, Majelis Hakim mengabulkan 4 gugatan yang dimohonkan Sulaiman melalui kuasa hukumnya Hermansyah Hutagalung SH MH dan Associates antara lain, menerima dan mengabulkan permohonan Prapid dari pemohon seluruhnya, menyatakan Sprindik No : SP.Sidik/658/2016/Ditreskrimum tanggal 24 Oktober 2016 yang dikeluarkan termohon Prapid tidak sah demi hukum dengan segala akibat hukumnya.

Selanjutnya, menyatakan penetapan tersangka terhadap Sulaiman (Pemohon Prapid) yang dilakukan penyidik Poldasu (Termohon Prapid) sebagaimana dimaksud dalam LP No : LP/1359/X/2016/SPKT III tertanggal 19 Oktober 2016 tidak sah demi hukum dengan segala akibat hukumnya, serta memerintahkan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas LP tersebut.

Kemudian, Kuasa Hukum pemohon Prapid Hermansyah Hutagalung SH didampingi Dingin Pakpahan SH dan Asrul Azwar Siagian SH mengatakan, setelah putusan PN Medan, pihaknya meminta penyidik Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut segera menjalankan putusan sidang Prapid tersebut.

Untuk Prapid kedua, diajukan Siwaji Raja alias Raja terhadap Polrestabes Medan yang kemudian dikabulkan Majelis Hakim PN Medan dalam sidangnya pada Selasa (14/3/2017), terkait keterlibatannya yang diduga sebagai otak pelaku pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna (45).

Lima menit bebas, Siwaji Raja kembali ditangkap Polrestabes Medan. Drama penangkapan Raja sempat membuat suasana di depan pintu masuk Mapolrestabes Medan ricuh. Sejumlah keluarga dan kuasa hukumnya yang ingin menjemput Raja menjadi kesal dan menolak keras aksi penangkapan kembali pengusaha tambang dan batubara tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah mengaku Siwaji Raja ditangkap kembali karena ada novum (bukti) baru dalam kasus yang menjeratnya.

Sedangkan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho saat ditemui usai solat Ashar di Masjid Polrestabes Medan menegaskan Siwaji Raja kembali ditangkap atas kasus yang sama, yakni pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna yang terjadi pada 18 Januari 2017 lalu. “Hasil gelar perkara, memutuskan kalau Siwaji Raja ‎masih kuat keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Kuna,” ujarnya.

“Kita hormati putusan PN Medan dari hasil pra peradilan Siwaji Raja, hasil putusan itu juga kita jadikan bahan gelar perkara, dan hasilnya Siwaji Raja kembali menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Kuna, maka adminstrasinya kita perbaharui dan dilakukan penangkapan kembali,” sebut Kombes Sandy.

Secara terpisah, kuasa hukum Siwaji Raja, Zulheri Sinaga menjelaskan tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan mengadu ke Mabes Polri, atas tindakan Polrestabes Medan yang tidak segera mengeksekusi putusan dari Pengadilan Negeri Medan.

Untuk Prapid ketiga, diajukan kuasa hukum mantan Pangdam I/BB Mayjen TNI (Purn) Burhanudin Siagian. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Morgan Simanjuntak SH mengabulkan permohonan praperadilan (prapid) Burhanuddin Siagian terhadap Polda Sumut yang menetapkan status tersangka menguasai lahan tanpa hak.

Putusan Hakim dibacakan dihadapan Kuasa Hukum Pemohon Ibeng.S.Rani,SH dan Suherman Nasution,SH dari LBH Alwashliyah Medan serta Kuasa Hukum Termohon, pada Rabu (15/3/2017).

Dalam amar putusan, Hakim Morgan Simanjuntak menilai penetapan tersangka terhadap Pemohon Burhanuddin Siagian menguasai lahan PT Pancing Bussiness Centre oleh Termohon Polda Sumut belum cukup bukti dan tidak memiliki unsur pidana yang disangkakan. “Hak kepemilikan tanah masih diuji di MA, jadi siapa yang menjadi pemilik tanah yang sah masih diuji di MA ,” kata Hakim.

“Penetapan tersangka terhadap Pemohon belum cukup bukti, sehingga harus dibatalkan. Karena itu, Hakim memerintahkan Termohon Polda Sumut agar mencabut status tersangka terhadap Pemohon Burhanuddin Siagian.

Menanggapi putusan hakim itu, Kuasa Hukum Pemohon Ibeng S. Rani kepada wartawan menjelaskan, pertimbangan hukum yang dibuat hakim PN Medan sangat objektif dan transfaran. Artinya, hakim melihat dari berbagai aspek keilmuan dalam memberikan putusan yang mengabulkan gugatan praperadilan tersebut.

Ditegaskan Ibeng, dengan dicabutnya status tersangka Burhanuddin Siagian, LBH Al Washliyah akan mengkaji dan menyusun langkah hukum selanjutnya berkaitan dengan membuat laporan polisi tentang pencemaran nama baik dan mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap PT Pancing Bussiness Centre. (kn-m07)

Related posts