Tahun 2016, LPDP Siap Biayai 5.000 Mahasiswa

Direktur Utama LPDP, Eko Prasetyo.
Direktur Utama LPDP, Eko Prasetyo.

Karakternews.com – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Eko Prasetyo mengemukakan, pihaknya tetap melakukan rekruitmen untuk menjaring pelajar yang ingin meneruskan pendidikan baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu, pada tahun 2016 ini, LPDP menargetkan sebanyak 5.000 pelajar akan mendapat beasiswa dari Pemerintah Indonesia.

Setiap tahun Pemerintah terus meningkatkan target penerimaan beasiswa LPDP. Jumlah ini ditingkatkan agar pelajar Indonesia dapat terus menuntut ilmu dan diharap ilmu itu bisa digunakan untuk memajukan bangsa. Pada tahun lalu, LPDP targetkan 4.000 dan yang diterima mencapai 4.500. Dan untuk tahun ini, LPDP menargetkan 5.000 peserta, jika bisa lebih, kan bagus,” kata Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo, acara Welcoming Alumni LPDP, seperti dilansir republika.co.id, Minggu (31/1/2016).

Untuk mendapatkan target 5.000 pelajar, sebut Eko Prasetyo, LPDP menargetkan mendapatkan pendaftar sebanyak 60 ribu orang. Hingga tahun 2015? sebanyak 9.000 pelajar telah terdaftar di LPDP, dari jumlah ini, tercatat 70 persen mendaftar sebagai master, sedangkan 30 persen menjadi doktor. Dari data, sepanjang tahun 2015, sebanyak 538 lulusan LPDP dari berbagai kampus dalam dan luar negeri sudah menyelesaikan pendidikannya, ada 104 orang lulus pada 2014 dan 434 orang lulus di 2015.

Para alumni LPDP, kata Eko Prasetyo, diharap bisa memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi Indonesia. Dengan segudang ilmu yang mereka dapat dari tempat studinya masing-masing, maka para alumni harus mampu memberikan kontribusi lebih. “Alumni harus menjadi ‘pisau’? untuk mengasah dan menyelesaikan problem bangsa ini. Tentu berkolaborasi dengan elemen lain sehingga bisa berkontribusi nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Hardianto mengemukakan para alumni LPDP adalah investasi pemerintah dalam hal sumber daya manusia (SDM). “Investasi ini sangat penting untuk merespons era globalisasi yang tengah diikuti Indonesia, termasuk dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ujarnya. (kn-m07)

Related posts