Sumurung Sinaga Bertemu Sihar Sitorus, Warga Sumut Tak Bodoh, Pilih Pemimpin Yang Ahli

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus dalam pertemuan bersama Tokoh Pemuda Muslim di Padang Sidimpuan, pada Selasa (29/5/2018). (ist)

KarakterNews.com – PADANGSIDIMPUAN – Masyarakat dinilai sudah sangat memahami bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di negara ini. Persoalan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang kerap dijadikan senjata politik, tidak mampu memecah persatuan bangsa.

Penegasan ini disampaikan Tokoh Pemuda Muslim Padang Sidimpuan, Sumurung Sinaga dalam pertemuan bersama calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu) Sihar Sitorus.

Mantan aktivis 98 yang aktif dalam gerakan mahasiswa Muhammadiyah di Padang Sidimpuan ini mengatakan, setiap warga negara memiliki hak yang tidak bisa dibeda-bedakan oleh karena hal-hal yang berbau Sara. “Demikian juga dengan pasangan Djarot dan Sihar Sitorus atau Djoss yang maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) 2018,” pungkasnya.

Baca Juga:  Sihar Sitorus : Umat Islam di Indonesia Adalah Benteng Kebangsaan

Pasangan Djarot-Sihar (DJOSS), sudah kita anggap paling ahli di bidangnya. Sehingga masyarakat juga harus melihat secara rasional agar pembangunan Sumut bisa lebih baik lagi,” kata Sumurung Sinaga di PadangSidimpuan, kemarin.

Sumurung mengatakan bahwa yang harus dilihat dari pemilihan pemimpin adalah kapasitasnya. Yakni meliputi kemampuan dan visi misi dalam membangun masyarakat agar lebih baik lagi. “Jadi kita tetap optimis, bahwa masyarakat tidak bodoh lagi dan akan bijak memilih yang memang ahli di bidangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Sidimpuan, Andi Jaka Sipahutar yang memfasilitasi pertemuan para tokoh masyarakat ini menuturkan, pemimpin yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah calon yang tepat memimpin Sumut.

Baca Juga:  Debat Kedua, Pasangan Djarot-Sihar Sudah Sangat Dikenal Warga Sumut

“Pasangan nomor urut dua ini merupakan komposisi yang tepat dalam menata pembangunan daerah yang saat ini mengalami degradasi. “Jadi kita masyarakat juga akan bekerja maksimal dan meyakini Djarot-Sihar menang. Karena kita berharap perubahan yang sudah dekat terjadi dan tak boleh ditunda lagi,” tegas Andi Jaka.

Sedangkan calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus mengemukakan, program yang diusung “DJOSS” adalah program yang sudah sangat dibutuhkan masyarakat Sumut, dan bukan hanya untuk pendukung Djoss. Karena tujuan Sumut baru, Sumut yang hebat dan Sumut yang bersih diperuntukkan bagi seluruh rakyat.

Karena itu, jika ingin perubahan itu terjadi maka masyarakat harus ikut berjuang bersama-sama dan perjuangan itu harus dilakukan lewat pemungutan suara nanti, pada tanggal 27 Juni 2018. “Jangan golput, karena kita harus menggunakan suara kita untuk kemenangan,” papar Jaka Sipahutar.(bcl comm/kn-m07)

Related posts