February 21, 2018

Soal Plt Gubernur Dari Polri, Disetujui atau Tidak Terserah Presiden

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyerahkan cendramata berupa buku kepada Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan usulan dua nama perwira tinggi (Pati) Polri sebagai Plt Gubernur di Sumatera Utara dan Jawa Barat, bukan dari dirinya.

Mendagri mengakui, dirinya memang meminta kepada Menko Polhukam dan Polri, deputi yang kira-kira bisa menjadi Plt selama berlangsungnya Pilkada Serentak 2018. “Saya minta pejabat Polri. Tapi yang mengusulkan bukan saya. Secara tertulis belum, lisan sudah. Iya dong (Polri yang merekomendasikan), masa saya comot orang,” ungkap Tjahjo Kumolo, usai Rakor Baintelkam Polri, di Hotel Grandhika, Jalan Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2018).

“Bahwa ini semua masih sekedar konsep dan usulan. Tetap pada akhirnya yang menilai dan membuat keputusan adalah Presiden Joko Widodo. Toh ini masih konsep, usulan. Nanti yang menilai adalah bapak Presiden melalui bapak Mensesneg, Kepala Staf dan sebagainya. Soal disetujui atau tidak, ya terserah Presiden,” tegas Mendagri.

Baca Juga:  Ketua IPW : Jenderal Polisi Jadi Plt Gubernur, Ide Berbahaya Bagi Demokrasi

Sebelumnya, Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, kalau Wakapolri dalam Rapim Polri 2018 mengatakan dua perwira tinggi Polri akan diproyeksikan menjadi Plt Gubernur di Sumatera Utara dan Jawa Barat, selama pilkada serentak berlangsung, pada Kamis (25/1/2018).

Kombes Martinus menyatakan, dua nama yakni Asisten Operasi Kapolri Irjen M Iriawan dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin. Iriawan akan diposisikan sebagai Plt Gubernur Jawa Barat, sementara Martuani Plt Gubernur Sumatera Utara. (kn-m07)

Related posts