Soal Plastik Beras Bertuliskan SUMUT DJOSS, Kata Panwaslih Medan : TMS Pelanggaran

Ketua Panwaslih Kota Medan, Henry Sitinjak SH didampingi Anggotanya, Raden Admiral S.Sos, MAP dan Muh Fadly S.Sos, Sabtu (7/4/2018), berikan keterangan pada wartawan.

KarakterNews.com – MEDAN – Persoalan beredarnya foto gambar wanita yang memegang kantong plastik beras bertuliskan “SUMUT DJOSS” yang sempat viral di media sosial (medsos) dan beredar di media massa di Kota Medan, dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dugaan pelanggaran pemilihan.

Ketua Panwaslih Kota Medan, Henry Sitinjak SH didampingi dua Anggotanya, Raden Admiral S.Sos, MAP dan Muh Fadly S.Sos, Sabtu (7/4/2018), kepada wartawan mengemukakan, peristiwa tersebut Tidak Memenuhi Syarat materil sebagaimana bukti-bukti yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dikatakan Henry Sitinjak SH, pihak Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan Medan Maimun sebelumnya telah berhasil menelusuri orang yang memfoto dan menyebarkan ke media sosial yang diketahui berinisial R.A.W, sedangkan wanita yang difoto memegang kantong beras tersebut adalah keponakan kandung R.A.W, diketahui berinisial D.K.

“Peristiwa yang ada di foto itu terjadi pada Kamis 22 Maret 2018 di Jalan Brigjen Katamso Gang Pelita II, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun sekitar pukul 16.00 WIB. Meskipun tidak ada pihak yang melaporkan peristiwa itu, pihak Panwas berinisiatif menjadikan kejadian itu sebagai temuan dugaan pelanggaran Pemilihan,” ungkap Henry Sitinjak.

Baca Juga:  Sumut Butuh Pemimpin Baru Yang Berkarakter, Saya Melihat Pasangan Djarot-Sihar

Berdasarkan masukan dari penyidik Kepolisian dalam Sentra Gakkumdu Kota Medan, keterangan orang yang memfoto dan keterangan wanita di foto itu merupakan hal yang pokok. Begitu pula keberadaan barang bukti berupa plastik berisi beras. Namun dalam proses klarifikasi yang dilakukan, R.A.W hadir memenuhi undangan Panwas Kecamatan Maimun, sedangkan saksi D.K, tidak pernah hadir meski telah dilayangkan undangan hingga 3 kali. Sementara barang bukti berupa kantong plastik berisi beras yang ada di foto itu, tidak didapatkan.

Berdasarkan keterangan R.A.W, saksi D.K mengaku kepada dirinya, mendapatkan kantong beras itu dari kegiatan silaturahmi dan temu ramah yang dilakukan oleh salah satu organisasi massa pendukung salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Namun R.A.W mengakui dirinya tidak memiliki bukti lain berupa foto atau video tentang pembagian beras dalam kegiatan silaturahmi tersebut, karena R.A.W mengaku tidak berada di lokasi kegiatan silaturahmi dan temu ramah tersebut.

Baca Juga:  Pasangan Djarot - Sihar Dorong Ikan Teri Rebus dan Ikan Asin Go International

Berdasarkan hasil klarifikasi R.A.W, saksi R.A.W mengaku mengambil foto itu saat dirinya baru bangun tidur siang, kemudian melihat saksi D.K melewati depan rumahnya sambil memegang beras di dalam kantong plastik. R.A.W mengaku langsung mengupload foto itu ke dalam status di grup pasangan calon Gubernur Sumut lainnya, sambil memberi komentar,” papar Henry Sitinjak.

Selanjutnya, Panwas Kecamatan Medan Maimun berupaya menghimpun fakta dari keterangan dari saksi-saksi lainnya yakni berinisial Y.N.L dan KHA. Dalam keterangannya, kedua saksi mengaku sebagai penerima kantongan plastik beras seperti yang dipegang saksi D.K, sesuai dalam foto yang viral itu. Namun barang bukti berupa beras di dalam kantongan plastik yang diakui diterima keduanya, tidak dapat diserahkan sebagai bukti, dengan pengakuan sudah habis dipergunakan.

Baca Juga:  Cawagubsu : Djarot - Sihar Komitmen Bangun Sumut

Selain itu, keduanya tidak memiliki bukti lain berupa foto atau video tentang pembagian beras dalam kegiatan silaturahmi itu. Setelah melalui tahapan penanganan hingga kemudian melakukan kajian, lalu diputuskan bahwa kasus ini Tidak Memenuhi Syarat (TMS) materiil, sehingga tak dapat diterima untuk diteruskan sebagai dugaan pelanggaran pemilihan,” pungkas Ketua Panwaslih Medan, Henry Sitinjak SH. (kn-m09)

Related posts