September 26, 2018

Soal Partai Allah dan Setan, Ini Penjelasan Ketua Umum PBB

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais, dilaporkan ke pihak Kepolisian, dikarenakan dianggap menciptakan kegaduhan dengan kalimat Partai Allah dan Setan, namun diyakini, mantan Ketua MPR RI ini tidak akan dijebloskan ke penjara.

Terkait persoalan tersebut, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menuturkan, dari kacamata hukumnya, tidak ada unsur ujaran kebencian dalam pernyataan Amien Rais. “Pernyataan itu adalah hal yang biasa dalam konteks politik,” pungkasnya.

Menurut saya sih tidak ada unsur ujaran kebencian, hanya mengklasifikasikan dari segi politik saja, dan biasa lah orang politik ngomong dengan bahasa-bahasa yang seperti itu. Jadi tidak selalu bahasa politik itu harus dilarikan ke ranah pidana,” kata Yusril Ihza Mahendra, di Kantor Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Dikatakan Pakar Hukum Tata Negara ini, Amien Rais tidak menyebut secara khusus partai yang dimaksudkan masuk golongan Partai Allah dan Setan. “Bagi para partai politik yang merasa tersindir, lebih baik membantah bukan melaporkan ke pihak kepolisian,” imbau Yusril Mahendra, seraya menambahkan, jadi, hanya lebih pada klasifikasi partai yang menurut keyakinan beliau adalah partai yang betul berada di dalam kebenaran.

Yusril Ihza Mahendra menyebutkan, bagi pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan tuduhan partai setan, sebaiknya mereka cukup memberikan pernyataan yang membantah tuduhan Amien Rais itu. “Menurut saya sih gunakan hak jawab lebih dulu. Misalnya membantah omongan Pak Amin. “Kami ini bukan setan loh”, kalau yang merasa seperti itu. Jadi masalahnya selesai,” ujarnya.

Yusril juga meminta semua pihak untuk tidak mudah melaporkan orang lain, jika merasa tersinggung dengan dalih melanggar Pasal 28 UU ITE. “Jangan sedikit-sedikit lapor, sedikit-sedikit Pasal 28 UU ITE. Lama-lama Pasal 28 ini menggantikan UU Subversif. Ya saya kira di era demokrasi seperti ini, kita harus melihat masalah dengan jernih. Itu lebih baik,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, terkait ucapannya tersebut, saat ini Amien Rais harus berhadapan dengan hukum. Karena dilaporkan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Cyber Indonesia, Aulia Fahmi, ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian.

Laporan tersebut diterima Polda Metro Jaya dengan Nomor Laporan LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Pasal yang disangkakan kepada Amien Rais yakni Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 A KUHP.

Tidak hanya itu, mantan Ketua Umum PAN ini juga menjadi bulan-bulanan masyarakat pengguna media sosial. Atas pernyataan itu, Amien dianggap telah menjual agama untuk kepentingan politik dan kelompoknya. Meskipun tidak menyebut secara pasti siapa saja kelompok yang masuk Partai Setan, yang jelasnya Amien Rais menyebut PAN, PKS dan Gerindra sebagai Partai Allah. (kn-m10)

Related posts