September 22, 2018

Soal Jenazah Bom Bunuh Diri, Keluarga Inginkan Puji Dimakamkan di Surabaya

Foto Keluarga, Dita Oepriarto bersama istrinya, Puji Kuswanti dan keempat anaknya, dua laki-laki serta dua perempuan, terduga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. (ist)

KarakterNews.com – SURABAYA – Jenazah Ibu empat anak (Puji Kuswati), terduga pelaku bom bunuh diri yang melibatkan anaknya di tiga Gereja Surabaya, tidak diinginkan oleh pihak keluarga dimakamkan di kampung halamannya. Pihak Keluarga ingin jenazah Puji dimakamkan di Surabaya, sesuai domisili tempat tinggalnya.

Untuk diketahui, Puji Kuswati adalah anak ketiga dari pasangan keluarga Kusni dan Minarti Infiah yang bermukim di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Seorang perwakilan keluarga Alm. Puji, bernama Rusiyono menuturkan, hingga saat ini kondisi orangtua dari Puji masih syok, begitu mengetahui kabar anaknya adalah pelaku terorisme, yang melibatkan keempat anaknya.

“Mohon maaf, kami tidak menolak. Atas nama keluarga saya mewakili, kami menginginkan agar jenazah Puji Kuswati dimakamkan sesuai domisili tempat tinggalnya,” pinta Rusiyono, saat dihubungi via telepon, seperti diberitakan merdeka.com, Senin (14/5/2018).

Baca Juga:  Jemaat GPPS Korban Tewas Aksi Teroris, Sri dan Yuli 30 Tahun Bersahabat
Ledakan terjadi di tiga lokasi di Surabaya, masing-masing di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Minggu (13/5/2018) pagi. (ist)

Rusiyono masih berupaya menenangkan kondisi orangtua dari Alm Puji yang masih kaget mendengar kabar melalui berita di stasiun televisi. “Puji memang dilahirkan di Banyuwangi, tapi saat berusia 20 bulan, dirawat dan dibesarkan oleh Budenya di Kabupaten Magetan. Sudah tidak dirawat orangtua sejak usai 20 bulan, dan sejak menikah Puji cenderung tertutup,” ujarnya.

Komunikasi Puji dengan pihak keluarga dirasa mulai renggang setelah orangtuanya tidak merestui pernikahannya dengan Dita Supriyanto. Waktu itu, pihak keluarga menilai Dita memiliki pemahaman yang berbeda terkait aliran agama yang dianut.

Diberitakan sebelumnya, Dita Supriyanto bersama istrinya Puji Kuswati dan keempat anaknya merupakan terduga pelaku bom bunuh diri yang menyerang tiga Gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi. Ironisnya, aksi teror bom bunuh diri itu melibatkan empat anaknya untuk ikut menjadi pelaku bom bunuh diri.

Baca Juga:  Rumah Pelaku Digeledah, Polisi Temukan Rangkaian Bom 1 Truk dan 54 Bom Dijinakkan

Secara terpisah, Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto menghargai keputusan pihak keluarga pelaku bom bunuh diri di Surabaya. Namun dia siap membantu bila akhirnya jenazah harus dikubur di kampung kelahirannya. “Jika pihak keluarga menghendaki, kami siap membantu untuk menerima jenazah Puji Kuswati dikubur di sini. (mdk.c/kn-m08)

Related posts