September 23, 2018

Soal Ijazahnya Dipersoalkan, Ini Jawaban Sihar Sitorus

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu), Sihar Sitorus. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Akhirnya, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu), Sihar Sitorus angkat bicara soal desas-desus ijazahnya yang ramai diangkat media dan dipersoalkan beberapa pihak.

Saat ditemui wartawan, Jumat (16/2/2018), Sihar Sitorus menanggapi santai prihal polemik ijazahnya dan mengatakan bahwa semua keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara sudah sesuai dengan hasil verifikasi yang menjadi ketentuan penetapan calon.

“Saya paham, saya mengerti. Semua hal di negeri ini tertib administrasi. Kita berada di rezim administrasi,” tutur Sihar Sitorus, seraya menjelaskan proses pendaftaran di KPU Sumut dilaksanakan tanggal 8-10 Januari 2018.

“Oke, kita memasukkan berkas tanggal 10 Januari 2019. Ada 19 item di situ yang harus dilengkapi, pasca tanggal itu jika ada berkas yang tidak lengkap bisa dipenuhi secara administrasi di tanggal 20 Januari 2018. Surat keterangan pengganti ijazah saya dikeluarkan SMA Pangudi Luhur Jakarta pada tanggal 15 Januari 2018. Itu 5 hari sebelum batas akhir kelengkapan berkas administrasi, lalu salahnya dimana coba,” ungkap Sihar Sitorus dengan nada bertanya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Naik Betor ke KPU Sumut, Paslon Cagubsu-Cawagub Edi - Musa Daftar

Pasangan Djoss (Sihar Sitorus-red) mengemukakan, selain proses administrasi, ada proses faktual yang di verifikasi langsung oleh KPU Sumut. Soal kapan mulai masuk sekolah, kapan sekolahnya dan kapan lulus. Selain proses administrasi berupa berkas-berkas kertas administrasi, ada proses faktual oleh KPU Sumut yang di verifikasi langsung kepada pihak sekolah. Soal kapan mulai masuk sekolah, kapan sekolahnya, kapan lulus dan juga soal nomor ijasah STTB (Surat Tanda Tamat Belajar),” paparnya.

Sewaktu ditanya wartawan, Sihar Sitorus mengaku tidak memusingkan pembahasan ijazah yang ramai menjadi pemberitaan di media dan pembahasan publik. “Saya sebenarnya baru dengar ini. Itupun karena dibisikin relawan, supaya diklarifikasi cepat. Kata mereka supaya jangan sampai jadi hoax. Saya bilang ke mereka. Sudah..sudah…sudah…semuanya nggak ada masalah,” ucapnya. (rel/kn-09)

Related posts