November 23, 2017

Soal Bank Sumut, Kata Gus Irawan “Memang Semua Yang Ada Masih Warisan Saya”

Mantan Dirut Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu, yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.
Mantan Dirut Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu, sekarang ini menjadi Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.

Karakternews.com – Akhirnya, Eks Direktur Utama Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu mengakui pada awak media terkait persoalan Bank Sumut, sehingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus bertindak cepat untuk menyelamatkan aset pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara tersebut.

“Saya mohon maaf kepada kawan-kawan media. Selama ini, selalu menghindar mengomentari permasalahan di Bank Sumut. Sebab, saya tidak mau memperkeruh suasana yang sudah sedemikian keruh,” ucap Gus Irawan Pasaribu, saat ditemui awak media, di sela-sela kesibukan reses di Tapanuli Selatan, Selasa (16/12/2014), sambil mengakui dirinya sudah bertemu dengan para bankir se-Sumut, Kakanwil Kantor Kementerian Keuangan, Gubsu dan Pimpinan BI, serta OJK Medan.

Kata Gus Irawan, dengan posisinya sebagai wakil rakyat asal Sumatera Utara di Gedung Senayan, tentu persoalan ini menjadi kewajiban untuk memberi perhatian dan dituntut berkontribusi menyelesaikan persoalan yang menjadi tanggung jawab Komisi XI DPR RI termasuk Bank Sumut. Apalagi, saya tahu persis kondisinya sebab selama 22 tahun berada di dalamnya dan 12 tahun memimpin Bank Sumut sebagai Dirut,” ungkapnya.

Ketika ditanya ada tudingan kepada Gus Irawan bahwa tingginya kredit macet adalah peninggalannya sewaktu menjadi Dirut, Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara ini tidak membantahnya. “Memang semua persoalan yang sekarang ada di Bank Sumut masih warisan saya. Tidak hanya kredit, laba yang mereka nikmati pun masih warisan saya. Kalau soal kredit, itu memang jangka panjang, bisa berjangka tujuh sampai 10 tahun,” ucapnya.

“Masih ada bagian dari apa yang dia kerjakan dan kawan-kawan di Bank Sumut dahulu. “Saya tinggalkan bank itu NPL di bawah 3 sekarang sudah 6 persen. Jadi, mereka yang bekerja sekarang tidak mampu menjaga NPL tetap di bawah tiga persen,” papar Gus Irawan, menjelaskan persoalan Bank Sumut, salah satunya adalah kekosongan direksi.

“Saya melihat penyebab kekacauan kebijakan dan banyak persoalan. Misalnya, masalah tenaga alih daya yang sudah dijanjikan Direksi untuk diberi peluang jadi karyawan tapi dibatalkan. Sehingga terjadi kemelut dan kekosongan Direksi membuat karyawan kehilangan harapan. Kalau orang sudah kehilangan harapan, saat ada peluang akan terdorong melakukan fraud atau penyelewengan. Penyebab utamanya, proses pengisian direktur utama yang berlarut-larut,” ungkap Wakil Ketua Komisi XI DPR RI ini.

Terus terang, saya sedih melihat kondisi Bank Sumut saat ini. Faktanya, kekosongan Direksi menurunkan kinerja. Termasuk rasio NPL menyentuh 6 persen. Melampaui batas psikologis ketentuan OJK yang sehat di bawah 5 persen. Kenaikan NPL berpengaruh besar terhadap perolehan laba dan mengurangi dividen yang menjadi sumber PAD bagi pemilik yaitu pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, sehingga akibatnya bagian masyarakat juga turun,” papar Gus Irawan.

Padahal, ada waktu sangat panjang mencari direksi. Tapi tidak terwujud, yang ada malah komisaris yang sudah berakhir masa jabatannya diperpanjang hingga tiga kali pada RUPS LB. Karena melihat kondisi yang terjadi di Bank Sumut ini, maka OJK harus menyelamatkan. Pasalnya, NPL Bank Sumut sudah di atas lima persen, tapi kinerjanya terus menurun dan kepengurusannya sudah tak lengkap lebih dari dua setengah tahun.

“Apa mau dibikin jadi empat tahun atau setelah bank ini benar-benar ambruk seperti Bank Century baru diselamatkan. Kalau saja BI dulu tegas dengan menutup ketiga bank kecil yang sakit itu (sebelum merger menjadi Century), ongkosnya sangat kecil dan sama sekali tidak akan berpengaruh pada sistem perbankan,” tutur Gus Irawan, seraya berharap ke depan jangan ada lagi pembiaran oleh OJK, sebab lembaga ini memiliki kewenangan sangat besar dalam UU. “Kita (Komisi XI DPR RI) akan evaluasi OJK, jika kewenangan besar itu tidak digunakan OJK,” tandasnya. (oz.c/kn-m08)

Related posts