Silaturahmi Djarot dan Guru Madrasah, Bahas Honorer Rp 1,8 Juta Per Tahun

Calon Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat bersama Guru Honorer. (ist)

KarakterNews.com – LANGKAT – Ratusan Guru Madrasah sangat senang dan bangga bertemu langsung dengan sang idola, calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu), Djarot Saiful Hidayat.

Silaturahmi Djarot dengan guru-guru madrasah yang tergabung dalam Ikatan Guru Madrasah Swasta Sumatera Utara, berlangsung di halaman rumah seorang warga di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Senin (11/6/2018).

Para Guru Madrasah ini mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS), pada Pilgubsu 27 Juni 2018 mendatang.

Seluruh guru-guru madrasah swasta se-Sumatera Utara akan memperoleh tambahan penghasilan berupa insentif sebesar Rp 1,8 juta per tahun. Ini harapan baru dari pasangan DJOSS untuk membantu kesejahteraan para guru madrasah swasta di Sumatera Utara.

Baca Juga:  Guru Honorer Al Washliyah Curhat ke Djarot-Sihar

Dalam tatap muka tersebut, Djarot menyebutkan, pendapatan yang diperoleh guru-guru madrasah swasta relatif sangat kecil. Sementara peranan para guru madrasah swasta ini sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM), terkhusus anak-anak generasi penerus bangsa.

Hal ini tentu tidak adil bagi mereka. Karena itu, pemerintah harus hadir. Bukan apa-apa. Ini tanggung jawab pemerintah. Tugas pemerintah itu melayani,” tegas Djarot, disambut tepuk tangan meriah para guru yang hadir.

Dikemukakan Djarot, pemberian insentif tambahan itu terinspirasi ketika bertemu guru-guru madrasah di Desa Harapan Baru, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, belum lama ini. Saat itu, guru-guru madrasah menyampaikan aspirasi ke Djarot bahwa honornya hanya berkisar Rp 150 ribu per bulan.

Baca Juga:  Angkat Guru Honorer, Kata Mendikbud Butuh Tujuh Tahun

Bak gayung bersambut, pasangan Djarot-Sihar kemudian memutuskan memberikan insentif sebagai penghasilan tambahan sebesar Rp 1,8 juta per tahun. Dan, dananya ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru honor madrasah. “Insentifnya langsung masuk ke rekening empat bulan sekali, biar tak ada pemotongan,” ujar Djarot, seraya menyebutkan, setiap guru-guru honorer itu nantinya akan memegang Kartu Sumut Keluarga Sejahtera (KSKS).(kn-m07)

Related posts