Setahun Buron, Mantan Kacab BRI Agro Pekanbaru Ditangkap di Kota Medan

Ilustrasi Ditangkap.

KarakterNews.com – MEDAN – Setelah buron hampir setahun (2017), Mantan Kepala Cabang (Kacab) BRI Agro Pekanbaru, berinisial SH diringkus di rumahnya di Kota Medan.

Tersangka SH adalah buronan kasus kredit fiktif senilai Rp 5,3 miliar. Sebelum ditangkap Tim Intel Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara, SH menyamar menjadi seorang pengusaha jual beli mobil bekas di Kota Medan. “Penyamaran itu terbongkar, setelah Kejati Sumut menemukan buronan yang sudah lama bersembunyi di Medan,” ungkap Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, pada wartawan, Sabtu (4/8/2018).

Dikatakan Sumanggar Siagian, penangkapan tersangka dilakukan setelah ada informasi yang diberikan Kejari Pekanbaru dan Kejati Riau bahwa SH adalah buronan institusi hukum tersebut, dan tidak pernah memenuhi panggilan penyidik sejak Desember 2017. Selanjutnya, Tim Intel Kejati Sumut menelusuri keberadaan tersangka dan terus memantau gerak-gerik buronan yang bersembunyi di Medan,” ujarnya.

Baca Juga:  Setahun Jadi Buronan, Eks Kadis Perindagkorp Sergai Ditangkap Dirumahnya

Sumanggar Siagian menyebutkan, Tim Kejaksaan yang dipimpin Asintel Kejati Sumut, Leo Simanjuntak meringkus buronan di kediamannya di Perumahan Johor Indah Permai Blok A Nomor 54, Lingkungan X, Kelurahan G Johor, Kecamatan Medan Johor, pada Rabu (1/8/2018), sekitar pukul 20.40 WIB. Sewaktu diamankan, buronan itu tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut,” paparnya.

Di sisi lain Sumanggar menambahkan, buronan “SH” dijemput oleh petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, di Kejati Sumut, pada Kamis (2/8/2018), sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian, dibawa dengan mobil ke Bandara Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang dan berangkat menggunakan pesawat ke Pekanbaru,” kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai ini.

Baca Juga:  13 Tahun Diburu, Bejo Ditangkap Polsek Sunggal

Sekedar diketahui, sebelumnya tersangka SH merupakan buronan Kejari Pekanbaru dalam kasus pemberian kredit kepada 18 debitur Non-Performing Loan (NPL) pada tahun 2009 yang merugikan negara senilai Rp 5,3 miliar. Dalam kasus kredit fiktif itu, ada dua tersangka, satu diantaranya berinisial JH, mantan pegawai PTPN V dan telah meninggal dunia.

Dalam kasus tersebut, BRI Agro Cabang Pekanbaru mengucurkan dana modal kerja untuk pembiayaan dan pemeliharaan kebun sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu senilai Rp 5,3 miliar. Namun pada tahun 2015, muncul masalah dan ternyata lahan yang diagunkan seluas 54 hektare oleh 18 debitur atas nama Suhardi tak bisa dikuasai pihak bank.

Baca Juga:  13 Tahun Diburu, Bejo Ditangkap Polsek Sunggal

Disamping itu, lahan tersebut masuk kawasan hutan negara, sehingga status tanah tak dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Bahkan, tersangka SH pada tahun 2012 mengundurkan diri dari Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru untuk menghilangkan jejak. (kn-m07)

Related posts