February 24, 2018

Serangga Lembing ‘Danger’ Penerbangan Di Bandara Kualanamu

kualanamu_resizeKarakternews.com – Hingga saat ini, PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, belum menemukan obat atau alat pembasmi (pengusir-red) ‘serangan’ serangga lembing saat musim tertentu ke Bandara bertaraf Internasional tersebut. Bahkan dikhawatirkan, jika tidak segera diatasi akan dapat mengancam keselamatan (danger-red) bagi penerbangan dari Bandara Kualanamu.

Seperti diketahui sebelumnya, Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 197 tujuan Bandara Soekarno – Hatta, Jakarta pada Selasa (5/1/2016) sekira jam 10.23 Wib, gagal lepas landas (take off) di Bandara Kualanamu disebabkan bagian pitot atau lubang angin pesawat untuk memacu kecepatan pesawat dimasuki serangga lembing. Akibatnya, pesawat GA 197 ini gagal take off, sehingga ratusan penumpang panik dan terpaksa dikeluarkan dari dalam pesawat dan dialihkan ke ruang tunggu bandara.

Seorang pengguna jasa di Bandara Kualanamu, Luhut (45) warga P.Siantar, saat ditemui di lantai III Bandara Kualanamu pada Sabtu (9/1/2016) berharap kepada pihak pengelola bandara agar secepatnya melakukan antisipasi terkait ‘serangan’ serangga Lembing, sebelum terjadi sesuatu hal yang membahayakan bagi penerbangan. “Jangan dibiarkan hama lembing ini terus ada di Bandara Kualanamu, pasti ada obat atau cara lain untuk mengatasinya sehingga gagal take offnya pesawat gara –gara lembing tidak terjadi lagi,” pintanya.

Baca Juga:  "Diserang" Lembing, Garuda Gagal Terbang

“Jika belum berdampak masih dianggap biasa, tapi kalau sudah memakan korban baru serius. Hal seperti ini yang tidak dibolehkan. Harusnya, persoalan ini harus diselesaikan sebelum berdampak buruk. Bandara Kualanamu ini sudah tiga tahun 3 dibuka. Masak persoalan serangga lembing tidak terselesaikan. Apalagi  sudah sempat mengganggu penerbangan dengan gagal take off karena serangga lembing masuk kelubang speed pesawat,” ungkap Luhut.
hamalembing_resize
Secara terpisah saat dikonfirmasi, Manager Humas Bandara Kalanamu, Wisnu Budi Setianto mengaku, hingga saat ini pihak PT AP II belum menemukan alat ampuh membasmi serangga Lembing tersebut dari Bandara Kualanamu. “Kita belum temukan obat atau alat yamng mumpuni agar bandara bebas dari serangga lembing,” ujarnya.

Baca Juga:  Selipkan 3 Kg Sabu di Selangkangan, Warga Bandung Diringkus di Kualanamu

Kata Wisnu Budi Setianto, sejauh ini pihaknya hanya bisa meminimalisir dengan cara melakukan pembersihan secara manual. Termasuk membersihkan landasan pesawat dipagi hari sebelum aktifitas penerbangan dimulai, dimana petugas terlebih dahulu menyapu landasan dan sekitarnya dengan mesin penyedot dititik-titik tertentu yang “dibanjiri” hama (lihat foto). Dalam waktu dekat ini, kita akan berkonsultasi dengan pakar hama serangga untuk mengantisipasinya. Serangga ini datang secara bergerombolan pada malam hari mendatangi lampu penerangan dan biasanya datang sehabis musim panen kemudian hilang sendiri,”sebutnya.

Dibagian lain, Wisnu Budi Setianto mengimbau kepada Maskapai Penerbangan di Bandara Kualanamu, saat  parkir agar pesawat ditutup sehingga tidak dimasuki lembing. Begitu juga dengan petugasnya agar senantiasa melakukan pengawasan pada titik tertentu sehingga pesawat tetap terjaga dan penerbangan aman dan lancar.

Baca Juga:  "Diserang" Lembing, Garuda Gagal Terbang

Menjawab pertanyaan awak media, dikemukakan Wisnu, keberadaan serangga Lembing ini datang, tidak lain  karena posisi Bandara KNIA berada di areal perkebunan kelapa sawit dan areal persawahan. “Jadi sepanjang ada persawahan dan kelapa sawit, maka hama lembing akan ada. Kita sedang mencari cara membasmi hama ini, yang sudah ada sejak Bandara mulai beroperasi tahun 2013 lalu. (kn-m08)

Related posts