Sempat Alot, HM Faisal Pimpin Komisi D DPRD Sumut

HM Faisal, Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Golkar, menjadi Ketua Komisi D.
HM Faisal, Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Golkar, menjadi Ketua Komisi D.

KarakterNews.com – Meskipun proses pergantian jabatan Ketua Komisi D DPRD Sumut, sempat berlangsung alot karena adanya “penolakan” dari internal Komisi D DPRD Sumut. Namun, akhirnya Komisi D DPRD Sumut dipimpin HM Faisal, Anggota Fraksi Partai Golkar.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut Wagirin Arman menjelaskan, jabatan Ketua Komisi D DPRD Sumut untuk tahun 2016 ini adalah ‘jatah’ Partai Golkar, yang sebelumnya dijabat oleh Muchrid Nasution, yang harus diserahkan kepada Indra Alamsyah. “Pergantian Ketua Komisi D merupakan instruksi dari Partai Golkar untuk melakukan pergantian dari Muchrid Nasution kepada Indra Alamsyah,” ungkapnya.

“Ada instruksi partai, maka Fraksi Partai Golkar tetap pada komitmen, tetap mencalonkan tunggal Indra Alamsyah menjadi Ketua Komisi D DPRD Sumut,” kata Wagirin Arman di Ruang Komisi D DPRD Sumut, Selasa (7/5/2016), seraya mengemukakan, bahwa di lembaga legislatif ini ada dibangun konsensus politik, dimana dalam konsensus itu, untuk jabatan Ketua Komisi D DPRD Sumut tahun 2016 ini adalah ‘jatahnya’ Partai Golkar.

Wagirin berharap, teman-teman fraksi lain yang ada di Komisi D DPRD Sumut ini tetap komitmen kepada konsensus itu. Karena ini hak Partai Golkar, Partai Golkar telah memutuskan intruksikan Indra Alamsyah. Tolong kepada teman-teman fraksi lain hormati konsensus itu,” ujarnya.

Fraksi Golkar, kata Wagirin, hanya menjalankan instruksi partai, kalau terjadi harus melalui mekanisme, kita hormati mekanisme itu, tapi kan ada konsensus.

Dijelaskan Wagirin bahwa, karena kami ini fraksi, kami hanya satu pilihan, tidak ada pilihan lain kecuali melaksanakan dengan baik instruksi partai. “Instruksi partai menempatkan Indra Alamsyah sebagai Ketua Komisi D DPRD Sumut. Kawan-kawan fraksi menawarkan yang lain, kami tidak berani melawan instruksi partai,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Sumut, Budiman Nadapdap mengungkapkan, kalau kita di peta konflik dan didikte dengan satu nama dari fraksi, sementara kita kan ada kewenangan. “Kecuali lobi-lobinya bagus. Ini lobi-lobi nya kurang. Kita belum ada opsi, sudah langsung diputuskan, harus ini, dari Golkar harus ini, tidak ada calon lain selain Indra Alamsyah,” kata Budiman.

Sedangkan Indra Alamsyah mengakui bahwa personnya bukan tidak suka sama saya secara pribadi. “Cuma ini hari mungkin mereka tidak mau ada pergantian pimpinan komisi, kita harus hargai,” ujarnya.

Setelah proses rapat internal Komisi D DPRD Sumut, sejumlah anggota DPRD Sumut dari Fraksi lain, akhirnya menetapkan H.M Faisal lebih layak menduduki kursi Ketua Komisi D DPRD Sumut. (kn-m08)

Related posts