Sejumlah Rumah Terbakar, 7 Orang Terkena Awan Panas Gunung Sinabung

Tim SAR dan masyarakat saat melakukan evakuasi korban luncuran awan panas Sinabung.
Tim SAR dan masyarakat saat melakukan evakuasi korban luncuran awan panas Sinabung.

KarakterNews.com – Awan Panas dari Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara, kembali ‘menelan’ korban jiwa, Sabtu (21/5/2016) jam 17.48 Wib. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Karo, baru diketahui ada 7 orang terkena luncuran awan panas, masing-masing terdiri dari tiga orang meninggal dunia dan empat orang luka bakar dengan kondisi kritis.

Tim SAR gabungan dan dibantu masyarakat sekitar berhasil mengevakuasi korban meninggal dan luka bakar yang langsung dibawa ke rumah sakit. Selain ‘menelan’ korban jiwa, sejumlah rumah warga juga terbakar diterpa awan panas. Karena memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Sinabung, proses pencarian korban akan dilanjutkan Minggu (22/5/2016).

Informasi diperoleh dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, korban luncuran awan panas adalah warga Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo yang sedang melakukan aktivitas berkebun di ladangnya, Desa Gamber berada di radius 4 km dari puncak kawah Sinabung.

Seharusnya kawasan ini sudah kosong, sebab sebagai zona merah yang semua warganya tidak boleh melakukan aktivitas. Apalagi, sebagian besar warga Desa Gamber sudah mengungsi sejak lama dan rencana akan direlokasi mandiri. Bahkan, masyarakat Gamber telah diberikan bantuan sewa lahan pertanian dan sewa rumah oleh Pemerintah, untuk tidak melakukan aktivitas di zona merah. Namun demikian ada sebagian masyarakat yang tetap nekat melakukan aktivitas pertanian di kebunnya, meskipun sudah dilarang.

Kondisi luncuran awan panas Gunung Sinabung.
Kondisi luncuran awan panas Gunung Sinabung.

Pada Sabtu (21/5/2016), aktivitas Gunung Sinabung masih tetap tinggi, sehingga terjadi awan panas guguran secara terus menerus pada pukul 14.28, 15.08, 16,39, dan 16.48 Wib. Luncuran awan panas guguran mencapai 4,5 km, dimana mencapai Sungai Lao Borus ke arah Barat, dan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengimbau kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor utara – timurlaut G. Sinabung supaya segera dievakuasi ke lokasi yang aman. (kn-m07)

Related posts