September 26, 2018

Sebut Dirinya Kuda Troya, KPK Cari Tahu Maksud Ucapan Brigjen Aris

Dirdik KPK Brigjen Aris Budiman. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Akibat merebaknya istilah “Kuda Troya”, seperti dikemukakan Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Brigjen Aris Budiman yang menyatakan dirinya sebagai “Kuda Troya” yang dimanfaatkan oleh oknum di internal. Akhirnya direspon KPK, dengan mencari tahu maksud dari pernyataan Dirdik KPK tersebut.

Sebelumnya dikeahui, Brigjen Aris Budiman menyebutkan soal usulan anak buahnya yang menjabat Kasatgas kembali menjadi penyidik. Namun, atas rekomendasinya itu, Aris Budiman malah menerima e-mail dari internal KPK yang kemudian justru disebut “Kuda Troya”.

Untuk e-mail, itu proses di KPK. Wajar kalau ada diskusi, saling mengirimkan, kemudian menjawab. Tapi saya belum tahu persisnya seperti apa kalau terkait e-mail itu,” ungkap Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).

Baca Juga:  Perusahaan Biomorf Tak Digeledah, Brigjen Aris : 'Saya Kecewa Dengan KPK'

Dirdik KPK Brigjen Aris juga sempat menyebut nama Direktur Penuntutan (Dirtut) yang baru dilantik, Supardi. Kata Aris, di tengah penanganan kasus e-KTP yang tidak berjalan selama hampir 2 tahun, Supardi malah meminta Brigjen Aris merekrut penyidik dari bagian penuntutan.

Selain itu, Supardi – masih versi Brigjen Aris menyatakan penanganan perkara e-KTP fokus pada pelaksanaan proyek, dan jarang menyentuh bagian perencanaannya. Menurut KPK, adanya perbedaan pendapat dalam penanganan perkara itu wajar karena ada bukti yang harus diuji berkali-kali.

Untuk kasus e-KTP tersebut, tentu ada pembahasan penyelidik, penyidik dan penuntut. Awalnya, Pak Supardi ini adalah Plt Dirtut. Jadi dalam proses ekspose, misalnya, dibahas bersama, diuji apakah bukti-bukti cukup, misal bukti permulaan itu ada atau tidak, sehingga bisa ditetapkan tersangka baru di proses penyidikan. Semua itu tentu diuji secara berulang,” papar Febri Diansyah.

Baca Juga:  Perusahaan Biomorf Tak Digeledah, Brigjen Aris : 'Saya Kecewa Dengan KPK'

Jaksa Penuntut Umum (JPU), disebut Kabiro Humas KPK, mempunyai tanggung jawab yang lebih berat karena harus membawa kasus hingga ke persidangan. Sehingga kadang proses diskusi terjadi di sana. Hasil dari semua proses itu kalau di kasus e-KTP sudah sangat jelas, kalau sekarang kita terus berjalan dan menangani tersangka-tersangka baru,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pernyataan Dirdik KPK Brigjen Aris Budiman soal di internal KPK disampaikan seusai pelantikan Deputi Bidang Penindakan Brigjen Firli dan Direktur Penuntutan Supardi. Dimana saat itu, Brigjen Aris tiba-tiba menyebut soal e-mail penerimaan pegawai yang berbuntut isu adanya “Kuda Troya” di KPK.

“Hari ini saya terima e-mail penerimaan pegawai, salah satu Kasatgas saya, saya minta kembali menjadi penyidik di KPK dan dia adalah penyidik yang baik, termasuk penerimaan beliau. Didalam KPK dikembangkan seolah-olah ini seperti ‘Kuda Troya,” tutur Brigjen Aris kepada wartawan. (kn-m10)

Related posts