SE Tahun 1978, Adzan Boleh Keluar dan Ibadahnya ke Dalam

adzan_resizeKarakterNews.com – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Machasin menuturkan, pihaknya akan segera melakukan revisi atas surat edaran (SE) penggunaan pengeras suara di masjid.

Pasalnya, surat edaran ini sudah hampir 40 tahun dikeluarkan oleh Kemenag. “Kita sudah usulkan sejak Maret lalu untuk meninjau lagi surat edaran itu,” kata Machasin, sembari menambahkan, perlu ada perbaikan dengan menyesuaikan perubahan era modern ini.

Dalam surat edaran yang keluar pada tahun 1978, kata Machasin, mengatur bahwa mengumandangkan adzan boleh keluar (dengan pengeras suara), sedangkan ibadahnya ke dalam (tidak menggunakan pengeras suara). “Kerusuhan massa bukan dilatarbelakangi oleh suara adzan, tapi ada persoalan lain yang menjadi bibit-bibit akar kerusuhan,” ujarnya.

Baca Juga:  18 Anggota Panwascam Se Kota Tanjungbalai Dilantik

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin sangat menyayangkan peristiwa kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kerusuhan di Tanjungbalai itu, bukan terkait soal agama. Bersama aparat hukum, pihaknya terus melakukan penyelidikan atas amuk massa yang mengakibatkan terbakarnya tempat ibadah.

Setelah kita dalami latar belakang peristiwa, sejauh ini tidak kita temukan unsur agama yang menjadi pemicunya,” kata Menag Lukman Hakim, seperti dilansir jpnn.com, Selasa (2/8/2016).

Kementerian Agama (Kemenag), sebut Lukman Hakim, menurunkan sejumlah pejabat sesuai bidangnya. Dalam peristiwa itu ada persoalan etnis yang sudah lama dan menjadi bibit atas peristiwa tersebut. “Bibit-bibit ini, seperti api yang menjadi pemicu dan meledak,” ungkapnya.

Kata Menag, aksi massa yang melakukan pembakaran rumah ibadah merupakan bentuk pelampiasan amarah masyarakat. Dan itu, diprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial (medsos), hal inilah yang sedang didalami, siapa di balik semua ini,” ujarnya. (jpnn.c/kn-m09)

Related posts