“Saya Ditanya Kenapa Interpelasi Bisa Gagal”

nehe_resizeKarakternews.com – Sekitar pukul 14.30 WIB, tiga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) mendatangi Markas Komando Brimob Polda Sumut yang berada di Jalan KH. Wahid Hasyim, Medan. Di antaranya, Sarma Hutajulu (Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan) dan Novita Sari (Anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar), naik mobil bersama dengan Innova dengan BK 1366 L, dan Syamsul Bahri Batubara (Anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar) yang juga datang naik mobil Fortuner dengan nopol BK 1581 RA.

Kedatangan Anggota Dewan ini ke Mako Brimob Polda Sumut, Rabu (16/12/2015), menyusul koleganya yang sudah lebih dulu memenuhi panggilan penyidik KPK, untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Hak Interpelasi Tahun 2015, dalam perkara tersangka Gubernur Sumatera Utara non aktif Gatot Pudjo Nugroho.

Baca Juga:  Ketua PW Muhammadiyah & PW Al Washliyah Terperiksa

Dari pengamatan di Mako Brimob Polda Sumut, satu persatu Anggota DPRD Sumatera Utara mulai berdatangan memenuhi panggilan KPK, sesuai daftar nama diterima wartawan, ada 22 orang diperiksa sebagai saksi, masing-masing 20 anggota dewan periode 2014-2019 dan 2 orang lagi, Kabag Keuangan Kasda Pemprovsu dan kalangan swasta.

Dalam pemeriksaan hari ketiga, Anggota DPRD Sumut dari PKB, Philips Perwira Juang Nehe, merupakan anggota dewan pertama yang selesai diperiksa oleh penyidik KPK, saat dijumpai wartawan, Politisi PKB ini mengaku tidak banyak pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya.

“Saya ditanya kenapa interpelasi itu bisa gagal. Itu aja, ada lima atau enam pertanyaan soal interpelasi saja, yaitu mengenai awalnya ada 50-an anggota dewan yang mendukung hak interpelasi. Tapi, kok malah tinggal 37? Itu yang tadi dipertanyakan penyidik KPK,” ujar Juang Nehe.

Baca Juga:  Eks Pimpinan Dewan Dari Fraksi PDIP Diperiksa KPK di Mako Brimob

Wagirin Arman

Sementara itu, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, Wagirin Arman menuturkan hal senada. “Saya diperiksa hanya sebagai saksi kasusnya Pak Gatot dan kawan-kawan. Di sana (surat panggilan-red) ada suap-suap gitu. Yang terkait dengan interpelasi gitulah,” sebutnya pada wartawan saat ditemui usai sholat Ashar di Mesjid.

Sedangkan Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan yang ditemui sebelum menjalani pemeriksaan mengakui dirinya akan dimintai keterangan sebagai saksi soal  Hak Interpelasi.  (kn/m-07)

Related posts