Satukan Langkah Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, KPU se Sumut Rapim di Berastagi

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, saat memberikan kata sambutan pada pembukaan Rapat Pimpinan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Untuk meningkatkan konsolidasi antara Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) se Sumatera Utara, KPU Sumut menggelar Rapat Pimpinan (Rapim), berlangsung di Hotel Sinabung Resort Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dimulai tanggal 28 sampai 30 September 2017.

Rapat Pimpinan (Rapim) tersebut dihadiri sebanyak 212 Komisioner KPU se-Sumatera Utara, terdiri dari Ketua, Anggota, Sekretaris dan Kepala Bagian dari 33 Kabupaten/Kota se Sumatera Utara,” kata Sekretaris KPU Sumut, Dr Abdul Rajab Pasaribu, yang ditemui wartawan, Jumat (29/9/2017).

Kata Rajab Pasaribu, pelaksanaan Rapat Pimpinan berdasarkan hasil rapat pleno KPU Sumut pada 4 September lalu. Selain itu, agenda rapat juga membahas rencana anggaran biaya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Tahun 2018.

Baca Juga:  Pemilu Serentak 2019, 12 Parpol Lama Harus Penuhi Syarat Verifikasi

“Tujuan utama kegiatan ini, untuk menyatukan langkah, arah dan kebijakan pelaksanaan Pilgub Sumut dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di delapan Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara pada tahun 2018. “Rapim ini, juga untuk menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif (Pemilu) Tahun 2019,” ungkap Abdul Rajab.

Sementara itu, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menuturkan, rapat pimpinan yang digelar ini akan dilaksanakan panel untuk membahas isu-isu strategis dan isu yang akan berkembang pada pemilihan umum mendatang. “Nantinya, diskusi ini akan dibagi menjadi tiga kelas sesuai pembagian anggota. Materi yang diperoleh peserta merupakan materi yang didapatkan dari hasil rapat pimpinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa minggu lalu,” jelasnya.

Baca Juga:  Dibutuhkan 764.578 Pemilih untuk Maju Jalur Perseorangan di Pigubsu 2018

Menyinggung tentang isu strategis, dikemukakan Mulia Banurea, beberapa isu yang saat ini dianggap menjadi permasalahan KPU di Sumatera Utara, satu diantaranya yaitu pentingnya data pemilih dalam Pilgub Sumut. “Banyak pandangan dan pendapat yang mengatakan bahwa data pemilih yang ditampilkan oleh KPU se Sumut dalam beberapa pemilu terakhir tidak akurat. Inilah yang menjadi tantangan dan pembahasan penting pada rapat panel nanti,” ungkapnya.

Disamping itu, hasil diskusi nanti akan menghasilkan solusi dari isu strategis tersebut. “Solusi ini akan berbentuk program kerja KPU se-Sumut. Karena itu, peningkatan potensi dalam merekrut anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) pada 12 Oktober mendatang, sangat penting,” tegas Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea.

Baca Juga:  Hibah Pilkada 2018 Diteken, KPU Rp 855 Miliar dan Bawaslu Rp 273 Miliar

“Kita berharap, anggota PPK dan PPS yang terpilih merupakan sosok yang berpotensi dan taat pada azas KPU. Minimal mereka mempunyai integritas yang tinggi, transaparan dan terbuka dalam menjalankan program kerja KPU,” pungkas Mulia Banurea. (rel/kn-m09)

Related posts