Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam OTT 2 Personel Satreskrim Polrestabes Medan

Barang Bukti yang ikut diamankan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Dua oknum penyidik Satreskrim Polrestabes Medan, diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Satgas Saber Pungli), diduga terima uang suap, Jumat (3/8/2018) malam.

Informasi diperoleh, pada Jumat (3/8/2018) sekira pukul 19.30 wib, Unit 3 Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut telah menerima Penyerahan tersangka dan barang bukti, yang diserahkan Plt Sekretaris Kemenko Polhukam RI, Kombes Pol Yusran Cahyo, terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Satgas Saber Pungli), dengan mengamankan dua orang personel dari Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan, masing-masing berinisial BRIGADIR “SM” dan AIPTU “MS”.

Kronologis kejadian operasi tangkap tangan (OTT), bahwa Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia menerima laporan masyarakat tentang Pungutan Liar (Pungli), disinyalir dilakukan oleh Oknum Personel Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan kepada UD FORSINDO JAYA EQUIPMENT berlokasi di Jl Aksara No.73 B Medan.

Baca Juga:  Satreskrim Polrestabes Medan Buru Dua Pegawai BRI

Selanjutnya, seorang petugas yang menyamar sebagai Humas dari UD FORSINDO JAYA EQUIPMENT menanyakan berapa bulanan dari UD FORSINDO JAYA EQUIPMENT tersebut, tapi dijawab oleh Brigadir “SM”, yang mengetahui adalah Brigadir “DMS” (anggota unit ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan. Bahwa petugas yang menyamar sebagai Humas memperlihatkan Surat Perintah Tugas bahwa petugas itu adalah Anggota Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli dan meminta untuk mengeluarkan uang yang telah diserahkan kepada Brigadir “ASM” yang diterima dari Zulfirman Ghozali (marketing UD FORSINDO JAYA EQUIPMENT) sebagai uang pengeluaran tiga unit barang berupa, satu unit Mesin Mixer merk Getra, satu unit Mesin Kopi merk Getra dan satu unit Box Pendingin dan pemanas merk Getra yang diduga tidak ber SNI dan berbahasa Indonesia.

Kemudian atas pengakuan Brigadir “ASM” mengeluarkan plastik yang didalamnya berisi uang yang diterima dari Zulfirman Ghozali sebesar Rp 20.000.000, dengan rincian 190 lembar uang pecahan Rp 100.000 dan 20 lembar uang pecahan Rp 50.000, yang selanjutnya Brigadir “ASM” dan barang bukti yang ada padanya diamankan oleh petugas Satgas Saber Pungli pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Ruangan Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Baca Juga:  Sepeda Motor Anda Dicuri, Ada 133 Unit Menumpuk di Polrestabes Medan

Terkait kasus tersebut, dua penyidik dikenakan Pasal 12 huruf (e) atau Pasal 11 UU RI No.20 Thn 2001 tentang perubahan psl UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Barang bukti yang ikut disita, dokumen laporan Polisi No. LP / 73 / VIII / 2018 / Restabes Medan/reskrim tanggal 2 Agustus 2018 yang belum ditandatangani, surat tanda penerimaan barang atas nama Zulfirman Gohzali tertanggal 2 Agustus 2018.

Barang bukti lainnya, satu lembar surat perintah tugas yang belum ditandatangani, surat perintah Penyelidikan yang belum ditandatangani, surat berita acara interogasi an. Zulfirman Ghozali yang belum ditandatangani oleh penyidik pembantu, Handphone Merek Samsung Galaxy S5 warna Hitam, dan uang tunai yang dibungkus dengan plastik warna abu-abu dengan rincian, pecahan Rp. 100.000 (190 lembar) dan uang pecahan Rp 50.000 (20 Lembar) dengan total keseluruhan Rp 15.000.000.

Baca Juga:  11 Kg Sabu dan 140 Kg Ganja Dimusnahkan

Oknum penyidik yang diamankan setelah menerima uang suap dalam proses penyidikan perkara perdagangan barang yang tidak memiliki SNI dan tanpa lebel bahasa Indonesia dan melanggar undang- undang perdagangan dan konsumen.

Penangkapan kedua oknum penyidik Polrestabes Medan ini dibenarkan seorang pejabat utama Poldasu yang tak ingin disebutkan namanya. “Iya benar,” katanya. Saat ini, kedua penyidik sudah di serahkan tim Saber Pungli Polhukam ke Direktorat Krimsus Poldasu untuk diproses lebih lanjut. (kn-m07)

Related posts