November 23, 2017

Sangat Miris Caketum Golkar Bayar Rp 20 Miliar, Ini Ide Gila

munasgolkar_resizeKarakternews.com – Sekretaris Dewan Pertimbangan DPD Golkar Jawa Barat, Ali Hasan menyatakan, usulan syarat pencalonan Ketua Umum Partai Golkar menyetor Rp 20 miliar, sangat miris dan dapat menimbulkan persoalan baru. Karena itu, DPD Partai Golkar Jawa Barat secara tegas menolak usulan tersebut.

Kondisi ini bisa memicu korupsi, dari mana uangnya, nanti dipertanyakan KPK uang itu dari mana. Belum juga daftar sudah ditangkap,” ungkap Ali Hasan di Bandung, Jumat (15/4/2016). “Jika persyaratan untuk pencalonan ketua umum itu masuk, maka masyarakat akan mempertanyakan darimana calon mendapat uang senilai Rp 20 miliar. Pasaalnya, sejak masuk Golkar tidak pernah ada pemilihan ketua umum harus nyimpan uang segala macam,” ungkapnya.

“Persyaratan ini terlalu dibuat-buat, kan aktif di Golkar itu pengabdian, ingin membesarkan partai masa persyaratannya harus bayar Rp 20 miliar, itu enggak masuk akal. Saya justru khawatir nanti hal itu akan diikuti oleh tingkat I dan II, jadi yang nyalon nanti harus punya uang,” ujar Ali Hasan.

Secara terpisah, Politisi Partai Golkar Leo Nababan menegaskan, wacana setor Rp 20 miliar bagi seorang kader yang akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar merupakan ide gila. “Ini ide gila,” tandasnya, kepada awak media di Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Leo Nababan khawatir, ide gila tersebut mengakibatkan Partai Golkar diambang kepunahan. Selain ide gila, ide itu juga bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. “Ide itu melabrak AD/ART. Syarat (mencalonkan sebagai ketua umum) sudah menjadi anggota lima tahun dan juga prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak pernah tercela (PDLT),” sebutnya, seraya meminta pihak yang melontarkan wacana Rp 20 miliar diusut.

“Diusut siapa yang punya ide aneh ini. Jangan-jangan mereka punya rencana agar munas tidak jadi maka mereka ngotot minta SK baru dari pemerintah, sedangkan SK Riau yang baru diperpanjang masih berlaku dapat dijadikan legitimasi pelaksanaan munas,” kata Leo Nababan, yang juga mengingatkan, di Partai Golkar ada Golkar putih dan Golkar hitam.

Seperti diketahui Rapat pleno panitia Steering Committe (SC) Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa yang sudah digelar menghasilkan keputusan yang mengejutkan. Panitia SC yang dipimpin Nurdin Halid disebut-sebut mensyaratkan calon ketua umum partai Golkar untuk menyetor Rp 20 miliar kepada partai. Syarat tersebut diserahkan sebagai salah satu kewajiban yang dilakukan kepada calon yang akan bertarung dalam Munaslub Golkar di Bali pada 17 Mei 2016 mendatang. (k24.c/kn-j09)

Related posts