December 15, 2017

Sambung Rasa Tarif Air Naik, PDAM Tirtanadi – Pelanggan Satukan Persepsi di Medan Marelan

Ketua Tim Sosialisasi Kenaikan Tarif Air, Zulkifli Lubis memberikan penjelasan pada masyarakat pelanggan soal kenaikan tarif air.

KarakterNews.com – MEDAN – Masyarakat Kota Medan, khususnya warga pelanggan di Kecamatan Medan Marelan berharap pengelolaan air untuk kebutuhan hajat hidup orang banyak, agar tetap dikelola oleh Pemerintah Daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, jangan sampai perusahaan BUMD Pemprov Sumut ini dikelola perusahaan swasta.

“Dengan dikelola Pemerintah Daerah melalui PDAM Tirtanadi, masyarakat akan tetap bisa menikmati air bersih dengan harga yang murah. Tentu akan berbeda jika pengelolaan air untuk hajat hidup orang banyak dilakukan oleh swasta,” kata Camat Medan Marelan, Parlindungan Nasution, Selasa (11/4/2017), dihadapan ratusan pelanggan PDAM Tirtanadi, beberapa Lurah dan Kepala Lingkungan (Kepling yang menghadiri Sambung Rasa Pelanggan bertema “Sosialiasi Penyesuaian Tarif Air Minum PDAM Tirtanadi”, di Aula Kantor Kecamatan Medan Marelan.

Dikatakan Parlindungan, air sebagai sumber kebutuhan utama hidup masyarakat harus sepenuhnya dikuasai dan dikelola oleh pemerintah, sehingga tetap dimanfaatkan dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat. “Hal ini sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai sepenuhnya oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” ungkapnya.

Disisi lain, Camat Medan Marelan, Parlindungan Nasution mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Direksi PDAM Tirtanadi. “Melalui sambung rasa pelanggan ini, semoga sosialisasi kenaikan tarif air PDAM Tirtanadi dapat dipahami dan dimaklumi masyarakat pelanggan di wilayah Medan Marelan,” ungkapnya.

“Warga Medan Marelan perlu mengetahui dan memahami bagaimana pengelolaan air yang dilakukan pemerintah melalui PDAM Tirtanadi agar masyarakat bisa memanfaatkan air itu dengan sebaik-baiknya. Apalagi kita ketahui di berbagai belahan dunia saat ini, air menjadi sumber permasalahan dan mengalami krisis. Sementara di daerah kita air relatif masih mudah diperoleh sehingga hal ini sepatutnya harus selalu kita syukuri,” ujar Parlindungan.

Baca Juga:  PDAM Tirtanadi Jangan Ragu Naikkan Tarif Air

Sementara itu, Abdul Hakim Siagian, SH, M.Hum selaku staf pengajar USU dan UMSU ini mengaku sangat setuju PDAM sebagai badan usaha yang melayani penyediaan air bersih untuk kebutuhan hidup masyarakat harus tetap dikelola oleh pemerintah dan tidak boleh diserahkan ke swasta.

“Kita harus paham dengan kondisi pemerintah kita yang terbatas anggarannya sehingga tanggung jawab itu tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan dan untuk itu pemerintah tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari kita selaku masyarakat,” kata Hakim Siagian, yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Sumatera Utara.

Karena itu, Abdul Hakim berharap melalui pertemuan Sambung Rasa Pelanggan ini dapat menyatukan persepsi antara PDAM Tirtanadi dengan masyarakat pelanggannya. “Dengan begitu ke depan diharapkan PDAM Tirtanadi dapat semakin meningkat pelayannya dan masyarakat bisa semakin terlayani kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhannya, tentu dengan tarif atau harga yang murah,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Tim Sosialisasi Kenaikan Tarif Air, Zulkifli Lubis memaparkan kondisi PDAM Tirtanadi, merupakan badan usaha milik Pemprov Sumut, perusahaannya tetap membuka diri untuk bisa dimiliki Pemkab/Pemko dengan cara turut memberikan penyertaan modal.

Baca Juga:  Slogan "Sumut Paten" Diadopsi PDAM Tirtanadi Jadi "Tirtanadi Paten"

“PDAM Tirtanadi butuh Rp1,8 triliun untuk membangun berbagai infrastruktur agar pelayanannya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat utamanya di wilayah perkotaan, antara lain untuk membangun
sejumlah IPA baru, uprating IPA untuk meningkatkan debit air, membangun jaringan perpipaan dan sebagainya,” kata Zulkifli Lubis, yang didampingi Kepala Divisi SIM Cece Harahap, Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan Asri Hasran Ritonga dan Ahmad Rivai Parinduri.

Terkait kenaikan tarif air yang akan diberlakukan PDAM Tirtanadi, dikemukakan Zulkifli, PDAM Tirtanadi tidaklah bisa sesuka hati dalam menetapkannya. “Untuk menaikkan tarif air PDAM harus mengacu kepada aturan Permendagri 71, salah satunya tidak boleh melebihi 4 persen dari UMK. Permendagri 71 sebenarnya juga membenarkan PDAM untuk menaikkan tarif air untuk menyesuaikan beban biaya produksi yang tujuannya agar perusahaan daerah ini tetap sehat,” ungkapnya.

“Sudah benar apa yang disampaikan Pak Camat, bahwa PDAM Tirtanadi harus tetap dikelola pemerintah. Kalau swasta, tentu saja bisa membuat harga jual airnya sesuka hati. Tapi PDAM Tirtanadi tidak bisa seperti itu. Untuk menaikkan tarif air itu ribetnya setengah mati, padahal besaran naiknya hanya 30 sen saja per liter. Kalau per meter kubik sama dengan 5 drum air, bapak-ibu hanya bayar kenaikannya sekitar Rp1.630. Dan jika dibandingkan dengan PDAM lainnya di Indonesia, naiknya tarif PDAM Tirtanadi ini masih tetap yang terendah di Indonesia. Bandingkan dengan harga air mineral dalam kemasan yang harganya Rp3.500 tak sampai seliter atau yang Rp 5.000 per galon isi ulang,” papar Zulkifli, dihadapan para pelanggan.

Baca Juga:  Kata Warga Belawan : Kami Dukung Kenaikan Tarif Air PDAM Tirtanadi

Pada kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dan harapannya kepada PDAM Tirtanadi, mulai dari masalah kualitas air yang belum sepenuhnya bersih, air masih sering macet, tagihan rekening air yang tiba-tiba membengkak, biaya pasang baru yang dinilai masih mahal dan tidak seragam, dan lain sebagainya.

Namun secara umum, masyarakat pelanggan yang hadir mengikuti sosialisasi dapat memahami dan memaklumi keinginan PDAM Tirtanadi memberlakukan penyesuaian tarif. Misalnya disampaikan Ahmadi, tokoh masyarakat warga Jalan Kapten Rahmad Buddin menuturkan, pihaknya mendukung kenaikan tarif air sepanjang tidak memberatkan masyarakat. “Saya berharap PDAM Tirtanadi dapat terus meningkatkan pelayanannya terhadap pelanggannya,” ujarnya.

Sedangkan Muhammad Rum Yakub warga Gang Jagung, Kelurahan Terjun mengemukakan, sebenarnya pelanggan PDAM Tirtanadi mampu membayar tarif air meski harganya dinaikkan. “Buktinya masyarakat bisa membeli air dalam kemasan yang harganya Rp 3.500 bahkan Rp 5.000 per galon. Jadi sebenarnya yang terpenting bagi masyarakat itu airnya terjamin kelancaran dan kebersihan. Jaminan itu yang diperlukan masyarakat dari PDAM Tirtanadi,” ujarnya. (kn-m09)

Related posts