December 18, 2017

Rizieq Shihab Belum Tahu Jadi Tersangka, Kata Kapolri : Polisi Jalan Terus

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Imam Besar FPI Rizieq Syihab memantau demo 2 Desember di Monas, Jakarta, pada Jumat (2/12/2016) lalu.

KarakterNews.com – JAKARTA – Maraknya pemberitaan tentang status Rizieq Shibab, yang dikabarkan telah ditingkatkan berstatus tersangka. Akhirnya, Pimpinan FPI ini angkat bicara, kalau dirinya belum menerima surat resmi terkait status tersangka.

Kata Rizieq Shibab, dirinya belum tahu. “Saya belum menerima surat resmi terkait peningkatan status itu. “Saya belum dengar beritanya, ada peningkatan atau belum ada peningkatan,” tegasnya di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).

Sejauh ini, disebutkan Rizieq Shihab, pihaknya belum menerima surat apapun terkait status tersangka. “Saya baru mengetahui kabar itu dari berita yang beredar, hingga saat ini belum dapat, baru tahu di media,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus dugaan penodaan Pancasila dari penyidik Polda Jawa Barat. Sehingga dengan demikian, status perkara menjerat pimpinan Front Pembela Islam ini telah dinaikkan ke penyidikan.

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Jabar : Polisi Pertajam Bukti Jerat Rizieq Syihab

“Kejati Jabar telah menerima SPDP atas nama tersangka Habib Rizieq, dua hari yang lalu,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Setia Untung Arimuladi, di kompleks Kejaksaan Agung,  Kamis (19/1/2017).

Sebelumnya dikabarkan, Rizieq Shihab meminta kasusnya diselesaikan dengan cara mediasi. Hal ini disampaikannya saat audiensi dengan Komisi III DPR RI.

Menyikapi permintaan tersebut, Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menuturkan, saat ini pihaknya belum menerima permintaan kasus diselesaikan secara kekeluargaan dari Rizieq Shihab, sebab permintaan itu baru disampaikan melalui media masa.

“Jika permintaan mediasi itu datang, kita akan serahkan kepada para pelapor. Bila sang pelapor bersedia permasalahan ini diselesaikan tanpa jalur hukum, bisa saja selesai. Ini kan kasusnya bukan tindak pidana aduan ya. Polisi bisa jalankan terus, tapi ada namanya restorative justice juga kalau dalam kasus ringan,” ungkap Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/1/2017).

Baca Juga:  Aliansi Kebangsaan Tolak Habib Rizieq Shihab di NTB

Namun disisi lain, aksi penolakan terhadap penodaan Pancasila juga berhembus di berbagai daerah, misalnya di Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, hingga Papua. Persoalan ini juga sangat sensitif bila terus dibiarkan, dan kami juga mendengar suara publik,” kata Kapolri.  (kn-j08)

Related posts