Presiden Jokowi : Jangan Karena Perbedaan, Silaturahim Jadi Rusak

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

KarakterNews.com – SUKABUMI – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, pentingnya menjaga silaturahim kebangsaan di atas kepentingan lain, seperti pemilihan umum. Jangan karena pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), hubungan silaturahim rusak akibat perbedaan pendapat dan pilihan.

“Pesta demokrasi rakyat itu dilaksanakan lima tahun sekali, sehingga harus dimanfaatkan dalam mencari pemimpin yang layak memimpin. Namun, jangan karena perbedaan, silaturahim menjadi rusak,” imbau Jokowi, di Sukabumi, Minggu (8/4/2018).

Dikatakan Presiden, saat ini di beberapa daerah sedang melaksanakan tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), baik Gubernur, Walikota dan Bupati serta wakil-wakilnya. “Masyarakat harus berlomba mencari figur yang layak menjadi pemimpinnya. Namun, jangan sampai persaingan itu menjadi permasalahan seperti timbul perundungan atau bully, menyebar berita-berita hoax, SARA dan lainnya, sehingga akibatnya kawan, sahabat atau teman bisa menjadi musuh seperti tidak bertegur sapa karena Pemilu, ujar Jokowi.

Baca Juga:  Presiden Jokowi ke Bandara Soetta, Pendemo Bakal Diterima Menko Polhukam

Karena itu, Jokowi mengingatkan, tahun depan akan kembali dilaksanakan Pemilihan Legislatif dan Presiden, “Jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan itu, keamanan menjadi terganggu dan dampaknya terjadi perpecahan,” imbaunya.

Disebutkan Presiden, Indonesia merupakan bangsa yang besar, memiliki ribuan suku, budaya, bahasa dan pulau. “Jangan sampai karena perbedaan di Pemilu Legislatif dan Presiden, menjadi terpecah belah. Jelasnya, setelah Pemilu jangan menyisakan dendam dan kita harus bersatu lagi untuk memajukan bangsa ini, siapapun yang menang dan kalah harus bisa saling menghormati,” ucapnya.

Di akhir pembicaraannya, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen menjaga Persatuan dan Kesatuan, kalau ada permasalahan agar segera diselesaikan dengan lapang dada dan kepala dingin. Selain itu, jangan mau terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa ini dan mengganggu stabilitas negara,” pintanya. (at/kn-m10)

Related posts